Berita Semarang
Sehari, Kasus Covid-19 di Kota Semarang Bertambah 5 Orang. Pengobatan Kini Ditanggung BPJS
Dalam waktu sehari, jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang bertambah menjadi delapan kasus.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dalam waktu sehari, jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang bertambah menjadi delapan kasus.
Senin (11/12/2023) kemarin, Pemkot Semarang mencatat kasus Covid-19 baru tiga kasus.
Hari ini, Selasa (12/12/2023), Wali Kota Semsarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Ita menyatakan, kasus Covid-19 di Kota Semarang telah bertambah menjadi delapan kasus.
Terkait hal ini, Ita meminta warga tidak panik dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Masyarakat tak perlu panik, jaga kesehatan dan terapkan protokol kesehatan," kata Ita dalam keterangannya, Selasa.
Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Bertambah Jadi 3 Orang, Punya Riwayat Pergi atau Kontak dari Singapura
Dia menjelaskan, masyarakat akan kembali diedukasi secara masif terkait penularan Covid-19 ini.
Ita juga mengatakan, pascapandemi, perawatan Covid-19 sudah tidak ditanggung negara tetapi melalui BPJS.
"Masyarakat kami minta mengecek kembali BPJS-nya. Bagi warga Kota Semarang yang belum memiliki, bisa melalui mengurus dan mengajukan UHC (Universal Health Coverage) agar nantinya jika terjadi apa-apa bisa mengantisipasi," ujar dia.
Dia menegaskan, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya melakukan langkah terbaik.
Masyarakat juga dapat menghubungi call center 112 jika membutuhkan informasi dan memiliki pertanyaan seputar kesehatan.
"Pemerintah Kota Semarang sudah menyiapkan langkah antisipasi," terangnya.
Baca juga: Kasus Covid di Indonesia dan Negara Tetangga Naik Lagi, Menkes Imbau Warga Pakai Masker Lagi
Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat kembali menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga kesehatan dan memakai masker.
"Bagi yang belum booster, Selasa ini bisa menghubungi ke Puskesmas terdekat untuk suntik vaksin booster," imbuhnya.
Sementara, dikutip dari situs siagacorona.semarangkota.go.id, dari delapan warga yang positif Covid-19 itu, satu warga diketahui bukan berasal dari Kota Semarang.
Data tersebut juga dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, M Abdul Hakam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tenaga-kesehatan-rsud-loekmono-hadi-kudus-mendorong-kursi-roda-di-depan-ruang-isolasi.jpg)