Berita Jateng

Komoditas Pangan di Jateng Mulai Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru

Tak hanya Siti, Ari Wibowo (35) satu di antara pedagang kuliner di Jalan Menoreh Kota Semarang juga mengeluhkan kenaikan sejumlah komoditi.

Penulis: budi susanto | Editor: khoirul muzaki
Ist
Peta harga cabai rawit merah di Jateng (month to month) tahun 2023. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Harga bahan pokok di Jateng mulai meroket jelang pergantian tahun.


Hal itu membuat masyarakat kembali berteriak.


Apalagi bagi para Ibu rumah tangga yang setiap hari bergelut dengan dunia dapur.


Siti Soleha (46) warga Ngaliyan Kota Semarang misalnya.


Ia mengeluhkan melambungnya harga gula pasir yang terus mengalami kenaikan.


Menurutnya, kenaikan harga gula pasir tembus di angka Rp 2 ribu perkilogram.

Baca juga: Kakek di Kendal Tega Rudapaksa Cucu Sendiri hingga Melahirkan


"Sekarang sampai Rp 17 ribu perkilogram, padahal belum lama harganya Rp 15 ribu perkilogram," terangnya, Kamis (7/12/2023).


Tak hanya harga gula pasir, minyak goreng curah dikatakannya juga mengalami kenaikan.


Kenaikan minyak goreng curah dikatakan Siti tembus di angka Rp 1 ribu lebih perkilogram.


Kenaikan harga minyak goreng menurutnya dirasakan dari awal Desember.


"Kalau akhir tahun naik semua ibu rumah tangga seperti saya kelimpungan. Minyak goreng curah saja sekarang tembus Rp 15 ribu padahal November lalu masih Rp 13 ribu perkilogram," jelasnya.


Tak hanya Siti, Ari Wibowo (35) satu di antara pedagang kuliner di Jalan Menoreh Kota Semarang juga mengeluhkan kenaikan sejumlah komoditi.


Khususnya harga cabai yang terus meroket jelang pergantian tahun.


"Cabai rawit merah awal November saja hanya Rp 65 ribu perkilogram, sekarang malah hampir Rp 93 ribu perkilogram. Padahal seperti saya butuh sekali cabai untuk membuat sambal," ucapnya.

Baca juga: Sambut Wacana Pembangunan Embarkasi di Demak, Pemkab Siapkan Lahan


Ari sangat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menstabilkan harga.


Pasalnya ia menilai setiap pergantian tahun harga kebutuhan pokok dan komoditas lainnya terus ikut naik.


"Sebenarnya hal ini terjadi setiap tahun, tapi belum juga ada solusi. Yang jadi korban ya masyarakat lagi," imbuhnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved