Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional

Satu Pasien Cacar Monyet di Indonesia Meninggal Dunia, Alami Penyumbatan Usus dan Idap HIV

Satu di antara pasien cacar monyet atau monkeypox di Indonesia dilaporkan meninggl dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta.

Tayang:
Editor: rika irawati
FREEPIK
Ilustrasi cacar monyet atau monkeypox. Kementerian Kesehatan mencatat kematian pertama pada pasien cacar monyet di Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Satu di antara pasien cacar monyet atau monkeypox di Indonesia dilaporkan meninggl dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta.

Pihak rumah sakit mengonfirmasi, pasien yang sempat menjalani perawatan intensif selama dua pekan di rumah sakit tersebut memiliki komorbid berat.

Ini merupakan kematian pertama sejak kasus cacar monyet terdeteksi di Indonesia pertama kali pada Agustus 2022.

Spesialis penyakit dalam RSCM Lie Khie Chen mengatakan, pasien tersebut meninggal bukan karena cacar monyet.

"Ada satu kasus di RSCM meninggal tapi bukan karena Mpox tapi karena penyebab lain yang sangat kompleks," ucap Lie Khie Chen dalam konferensi pers daring, Kamis (23/11/2023).

Kronologi Kematian Pertama Cacar Monyet

Lie Khie Chen mengungkapkan, sebelum dirawat di RSCM Jakarta, pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dan rumah sakit lain, selama kurang lebih 3-4 minggu.

Pasien kemudian dirujuk ke RSCM karena memiliki masalah di pencernaan, yakni sumbatan pada usus.

Baca juga: Waspada Penyebaran Cacar Monyet, Dinkes Wonosobo Optimalkan Layanan Kesehatan

Kondisi yang sama juga mengharuskan pasien tersebut menjalani operasi di RSCM.

"Pascaoperasi, kondisi pasien cukup stabil," terang Lie Khie Chen.

Menurutnya, saat itu, pasien juga positif terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) dengan CD4 sangat rendah.

CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit, yang menjadi bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Dilansir dari laman Yayasan Spiritia, infeksi HIV menyebabkan jumlah sel CD4 semakin menurun, yang menandai semakin rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Pada kondisi normal, jumlah CD4 berkisar antara 500 dan 1.600 sel per milimeter kubik.

Namun, pada pasien tersebut, jumlah CD4 hanya sekitar 6 sel per milimeter kubik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved