Pilpres 2024

Para Syndicate Desak Pejabat Mundur Jika Gabung Tim Pemenangan Capres: Hindari Konflik Kepentingan

Para Syndicate mendesak seluruh pejabat pemerintah, termasuk menteri, mundur dari jabatan jika memutuskan bergabung dengan tim pemenangan capres.

Editor: rika irawati
BANGKA POS/RESHA JUHARI
ILUSTRASI Pilpres. Para Syndicate meminta pejabat publik mundur dari jabatan setelah memutuskan gabung dalam tim pemenangan pasangan capres cawapres untuk menghindari konflik kepentingan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo mendesak seluruh pejabat pemerintah, termasuk menteri, mundur dari jabatan jika memutuskan bergabung dengan tim pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan dan penggunaan alat negara untuk kepentingan calon tertentu.

Hal ini disampaikan Ari dalam diskusi Para Syndicate bertajuk 'Mempertaruhkan Legitimasi Pemilu: Anak Presiden Cawapres, Mungkinkan Presiden Netral?' di Jakarta, Jumat (3/11/2023) siang.

"Saya pikir, selain bagaimana mekanisme cuti atau pendisiplinan tadi untuk mereka yang terlibat dalam tim pemenangan timses segala macam, tentu sikap-sikap seperti, lebih baik mengundurkan diri kalau memang harus terjun ke politik praktis, hal untuk menghindari konflik kepentingan, ya mungkin beberapa pejabat (perlu) melakukan itu," kata Ari dalam diskusinya.

Baca juga: Terima Kunjungan Din Syamsudin dan Ketua Organisasi Islam, Cak Imin Harapkan Bantuan Menangkan AMIN

Ari juga menyatakan, sikap tegas lewat mundur dari jabatan tersebut juga dapat meyakinkan masyarakat bahwa proses tahapan pemilu mendatang tidak ada instrumen negara yang digunakan.

Terlebih, saat ini, publik, menurut Ari, tengah menguji netralitas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai makin terang-terangan terlibat dalam Pilpres 2024.

Satu di antaranya, restu yang diberikan kepada putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang maju sebagai bakal cawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendampingi Prabowo Subianto.

"Ada yang mundur dari posisinya tetapi ketika tidak mundur, kemudian melakukan suatu yang ekstrem, justru dalam jabatannya kemudian bagaimana menggunakan instrumen atau fasilitas negara untuk kepentingan-kepentingan pemenangan politik tertentu," katanya.

Baca juga: Tak Bahas Bacapres yang Didukung, Jokowi Ungkap Harapan saat Bertemu Ketua TPN Ganjar Presiden

Sekadar informasi, terdapat beberapa nama pejabat pemerintah yang digadang akan masuk dalam tim sukses untuk memenangkan pasangan capres-cawapres tertentu.

Beberapa nama yang dimaksud yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang digadang masuk Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Hanya saja, hingga kini, kejelasan nama Khofifah masuk dalam TKN Prabowo-Gibran belum terkonfirmasi.

Tak hanya itu, terdapat juga nama Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Akan tetapi, Arsjad telah secara tegas mengatakan akan cuti dari jabatannya, selama proses tahapan pemilu. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Baca juga: Diminta Libur 40 Hari demi Piala Dunia U-17, 184 PKL di Solo Dapat Bantuan Rp1 Juta Per Orang

Baca juga: PSIS Semarang Naik ke Peringkat 4 meski Gagal Raih 3 Poin: Tuah di Satu Menit Akhir Tambahan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved