Kamis, 16 April 2026

Berita Semarang

Ini Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air. Dipastikan Belum Terdeteksi di Kota Semarang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyatakan, ibu kota Jawa Tengah itu hingga kini nihil atau tidak ada kasus cacar monyet (Monkeypox).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinkes Kota Semarang Moh Abdul Hakam memberi keterangan kepada wartawan. Hakam mengungkapkan, hingga Rabu (25/10/2023), belum ada laporan adanya kasus cacar monyet atau monkeypox di Kota Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyatakan, ibu kota Jawa Tengah itu hingga kini nihil atau tidak ada kasus cacar monyet (Monkeypox).

Meski begitu, Dinkes Kota Semarang mengimbau masyarakat tetap waspada adanya penyebaran kasus tersebut.

Kepala Dinkes Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, kasus cacar monyet sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu.

Bahkan, seluruh kabupaten/kota diminta mewaspadai penyebaran kasus ini di masing-masing daerah.

Namun, sejak muncul 2022 hingga kini, kasus cacar monyet belum terdeteksi muncul di Semarang.

"Sampai detik ini, alhamdulillah, tidak ada (temuan cacar monyet). Kasusnya ada tujuh, semua ada di Jakarta," terang Hakam, Rabu (25/10/2023).

Baca juga: Jumlah Kasus Cacar Monyet Bertambah Jadi 9 Orang, Kemenkes: Seluruhnya Laki-laki Usia Produktif

Hakam menjelaskan, gejala cacar monyet antara lain, demam, menggigil, sakit kepala, dan pembesaran kelenjar limfadenopati atau kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan selangkangan.

Selain itu, penderita biasanya juga mengalami kelainan kulit.

"Beda dengan cacar air, kalau cacar monyet itu disertai pembesaran kelenjar limfe," sebutnya.

Hakam menambahkan, penularan cacar monyet melalui kontak kulit dengan kulit atau membran dengan membran, misalnya hubungan seksual.

Dia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lewat cara mencuci tangan dan menjaga higienitas untuk mengantisipasi penyebaran cacar monyet.

Baca juga: Kasus Cacar Monyet Muncul Lagi, Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Upaya Pencegahannya

Jika mengalami gejala yang mengarah kepada penyakit cacar monyet, dia meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Kalau mengalami demam, ada kelainan kulit, dan pembesaran kelenjar limfe, sebaiknya langsung datang ke fasilitas kesehatan, nanti akan diassessment, diperiksa, apakah ke arah sana (penyakit cacar monyet)," terangnya.

Pasien yang diduga mengalami gejala cacar monyet, sambung dia, akan diambil sampel darahnya untuk dilakukan pemeriksaan Polymerase chain reaction (PCR).

"Untuk di Semarang, kalau 'reagen' dari Kementerian Kesehatan diberikan ke RSUP Dr Kariadi, nanti akan kami kirim ke sana. Kalau tidak ada, ya, kami akan kirim ke Jakarta," tambahnya. (*)

Baca juga: Resmi Daftar Capres Cawapres ke KPU: Gibran Tebar Janji Beri Dana Abadi Pesantren, Dipuji Prabowo

Baca juga: Dilantik Lagi sebagai Menteri Pertanian, Amran Sulaiman Langsung Tancap Gas Gelar Rapat Kerja

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved