Berita Kesehatan
Fenomena Diabetes Serang Remaja, Jaga Berat Badan!
Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyatakan sebanyak 10-12% penduduk Indonesia mengidap penyakit gula atau diabetes melitus.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dr. dr. K. Heri Nugroho HS, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyatakan sebanyak 10-12 persen penduduk Indonesia mengidap penyakit gula atau diabetes melitus.
Beberapa tahun lalu, diabetes dianggap sebagai penyakit orang tua dan orang kaya atau warga di kalangan ekonomi mapan.
Saat ini, penyakit diabetes tak hanya menyasar usia tua dan kalangan ekonomi mapan, namun juga menyasar usia muda dan kalangan ekonomi bawah.
"Terbaru, pasien saya usia SMP sudah menderita diabetes dan faktor diabetes yang nampak ialah obesitas," ungkapnya pada Tribun Jateng.
Baca juga: Nasib Apes Pelaku Curanmor di Kudus Usai Naik Kelas Jadi Pencuri Spesialis Rumah Kosong
Pada pasien usia anak tersebut, Dr. Heri tak menemukan adanya faktor kelainan genetik pemicu diabetes tipe 1, melainkan karena faktor kelebihan berat badan.
Ia mengingatkan agar orang tua memperhatikan asupan makanan dan bentuk fisik anak.
Anak-anak yang sudah memasuki usia remaja harus lebih memperhatikan asupan makanannya agar terhindar dari potensi penyakit diabetes di masa produktif mendatang.
"Karena saat ini pemerintah menggelontorkan biaya yang cukup besar untuk pencegahan dan penanganan penyakit diabetes," terang Dr. Heri.
Baginya, diabetes merupakan induk segala penyakit, karena akan bisa memicu serangan jantung, darah tinggi, ginjal, hingga stroke.
Selain dampak buruk diabetes, ia melihat peningkatan penderita yang setiap tahunnya meningkat.
"Inilah yang menjadi perhatian kami melalui Kongres Nasional XII Persadia, agar mampu memberikan dampak bagi seluruh masyarakat," tuturnya.
Selain penyelenggaraan Kongres Nasional (Konas) XII Persadia, diadakan pula Kongres Kerja (Konker) Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Kongres Nasional Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dan Semarang Endocrine Metabolic Meeting (Sendomet).
Baca juga: Jadi Cawapres, Mahfud MD Minta ASN di Kemenko Polhukam Tetap Netral: Tidak Boleh Ikut-ikutan Politik
Kegiatan dilaksankaan sejak Jumat (20/10/2023) hingga Minggu (22/10/2023) di Padma Hotel, Kota Semarang.
Acara ini mengambil topik, 'The Latest Implementation of Endocrinology Development in Patients Management'.
Kegiatan ini sekaligus menyambut World Diabetes Day yang akan diadakan pada Selasa (14/11/2023).
Pada acara ini, diadakan lokakarya insulin dan aspirasi jarum halus atau Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), lokakarya Bone Measurement Device (BMD), sidang organisasi, konker perkeni, konas pedi, dan simposium dan pameran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kongres-diabetes-Indonesia.jpg)