Jumat, 17 April 2026

Berita Wonosobo

Kasus Perdagangan Orang Meningkat, Pemkab Wonosobo Gelar Sosialisasi

Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans) Wonosobo menggelar sosialisasi pencegahan TPPO,

Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Imah Masitoh/Tribun Jateng
Suasana kegiatan sosialisasi pencegahan TPPO, di Aula Kecamatan Selomerto, Kamis (7/9/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans) Wonosobo menggelar sosialisasi pencegahan TPPO, Kamis (7/9/2023) di Aula Kecamatan Selomerto.


Kegiatan ini sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi  terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).


Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakerintrans Wonosobo Emy Prabandari menjelaskan, kegiatan ditujukan untuk memberikan pemahaman bahaya akibat dari TPPO.


“Sebetulnya kegiatan sosialisasi dilaksanakan setiap tahun dengan menyesuaikan anggaran yang ada. Untuk tahun ini kami mengadakan di 3 lokasi yaitu di Kecamatan Kaliwiro, Selomerto dan Wadaslintang,” ucapnya.

Baca juga: Warga Watumalang yang Hilang di Gunung Bismo Wonosobo Belum Ditemukan


Peserta sosialisasi berasal dari beberapa desa lokus yang ada di kecamatan tersebut, yakni para ketua RW/ RT dan perwakilan masyarakat.


Peserta ini mengambil tingkatan paling bawah karena dinilai lebih dekat dengan masyarakat.


Sehingga bisa memberikan edukasi dan pemahaman kepada warganya terkait pekerjaan di luar negeri sesuai prosedur yang ada.


“Materi sosialisasi dari Disnakerintrans, kepolisian dan kejaksaan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mengupayakan pencegahan tidak terjadinya TPPO,” tambahnya.


Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Wonosobo Yusuf Haryanto menyampaikan, TPPO merupakan kejahatan luar biasa.


Dengan ini diperlukan penanganan dan pencegahan yang serius dan saling bersinergi semua pihak terkait. 


TPPO adalah tindakan perekrutan, pengiriman atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan dan penculikan, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.


"Saat ini, korban perdagangan orang cenderung meningkat. Tidak hanya terjadi di tingkat internasional tetapi juga hingga kabupaten dan kota, oleh sebab itu sebelum terjadi korban di Wonosobo perlu kita sosialisasikan untuk mencegahnya," katanya.

Baca juga: Pelatih Turkmenistan Punya Cepu Bocorkan Timnas Indonesia, Pernah Bermain di Arema dan Persela


Dalam mencegah permasalahan ini salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemda adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar mereka mempunyai pemahaman dan literasi yang cukup akan bahaya TPPO tersebut.


Terlebih di zaman dengan arus informasi yang sangat cepat ini, selain melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat adalah literasi terkait human trafficking. 


"Karena semakin banyak literasi mengenai hal ini, akan semakin meningkatkan pemahaman masyarakat utama para orang tua untuk mengetahui potensi yang dapat membuat anak-anak dan perempuan dapat terpapar trafficking,” imbuhnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved