Berita Jateng
Rahasia Tas dari Plastik Milik Syahrial Tembus Ekspor, Padahal dari Sampah
Syahrial atau akrab disapa Syam itu berinovasi membuat produk-produk tas berbahan baku limbah plastik.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini makin banyak yang membuat produk-produk yang sustainable (berkelanjutan).
Berbagai inovasi produk bermunculan mulai dari produk berbahan baku serat alam hingga produk-produk dengan material limbah.
Hal itu yang di antaranya tengah digeluti Syahrial Aman, pemilik home industri Syam's Handicraft asal Pati, Jawa Tengah.
Syahrial atau akrab disapa Syam itu berinovasi membuat produk-produk tas berbahan baku limbah plastik.
Tak terlihat seperti terbuat dari bahan plastik, tas-tas itu terlihat unik dengan warna-warna yang menarik.
"Memang usaha awal kami melihat dari inisiasi pemerintah untuk mengurangi sampah plastik, terutama plastik sekali pakai saat berbelanja.
Baca juga: Pencuri Kotak Amal di Masjid At Taqwa Pati Pakai Mobil, Terekam CCTV
Lalu kami berpikir bagaimana membuat tas untuk dipakai ke mana-mana dan belanja tetap cantik, karena kadang orang bingung tidak dapat plastik dari mart. Kami pun mengolah sampah itu menjadi sebuah nilai," kata Syam ditemui Tribun Jateng saat pameran di Semarang, baru-baru ini.
Menurut Syam, ia telah memulai usaha berjualan tas sejak tahun 2019. Namun saat itu, ia menjadi reseller. Lalu tahun 2020 ia bertekad memulai produksi tas sendiri dengan melirik limbah plastik sebagai material produk.
Limbah plastik itu telah didaur ulang dari pabrik berupa tali yang kemudian dijadikan sebagai bahan anyaman.
"Dari pabrik yang mengolah sampah plastik itu menjadi sebuah tali. tali ini yang kami manfaatkan menjadi produk tas," ujar Syam.
Baca juga: Respons Pelatih PSIS Gilbert Agius soal 3 Pemainnya Dipanggil Timnas untuk FIFA Matchday
Tak disangka, sejak awal berdiri itu konsumennya terus bertambah. Pesanan mengalir mulai dari keluarga, teman, hingga menyebar ke berbagai kota dan bahkan mancanegara.
"Tahun 2020 mulai produksi itu peminatnya sudah cukup besar, karena sebelumnya saat jadi reseller sudah cukup banyak relasi.
Baru-baru ini kami juga pameran ke Meksiko, diajak pameran dari pemerintah provinsi (Jateng). Kami dapat relasi-relasi dan sudah ada chanel di sana. Kalau untuk produk, peminat terbesar saat ini di Jepang," ungkap Syam.
Juga saat mengikuti pameran UMKM pada rangkaian agenda Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-55 dan Pertemuan Terkait Lainnya (55th ASEAN Economic Ministers’/AEM Meeting and Related Meetings) di Semarang, baru-baru ini, ia berupaya menarik minat lokal dan mancanegara dengan produk-produk tas buatannya.
"Pesanan sudah masuk di produksi. Ada yang sudah dibooking dan ada yang sudah terjual. Memang target kami tamu dari ASEAN ini menjadi penghubung kami dengan buyer-buyer di daerah mereka, sehingga kami pun bisa menyiapkan kontainer.
Kisah Pedih Edi, saat Ngaji Disodori Akta Cerai Istri: Lapor ke Polisi Soal Keterangan Palsu |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN-T IPB Ajari Peternak Banjarnegara Bikin Pakan Fermentasi, Solusi Malas Ngarit |
![]() |
---|
Usai Bebas Bersyarat, Rumah Bambang Tri Penulis Buku Jokowi Undercover di Blora Sepi |
![]() |
---|
Bahaya Hilang Konsentrasi Berkendara, Begini Cara Aman Bikers Gunakan Aplikasi Navigasi |
![]() |
---|
Bus Trayek Wonosobo-Dieng Mogok Massal, Protes Pick Up Buat Angkut Penumpang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.