Berita Jateng
Aneh Lomba Melamun di Tegal, Raut Muka Penuh Masalah
Adapun aturan yang dimaksud, seperti sesama peserta tidak boleh saling meledek, mengganggu ataupun berbicara satu sama lain.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Puluhan orang antusias mengikuti lomba melamun yang digelar oleh Wana Wisata Clirit View berlokasi di Jalan Raya Bojong, Sawah Ladang, Kalibakung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 RI pada Minggu (20/8/2023).
Lomba yang digelar mulai pukul 11.00 WIB ini, berdurasi satu jam dan dipantau langsung oleh juri, termasuk menjadi tontonan pengunjung yang datang ke Clirit View.
Puluhan peserta lomba menyajikan tema atau konsep masing-masing seperti ada pemulung cinta, ingin jadi pengantin tapi tidak punya pasangan, ingin jadi lurah, ingin jadi kyai kondang, ikut lomba melamun karena dikecewakan, ingin jadi pembalap, bahkan ada yang melamun karena jadi orang susah, dan beberapa tema menarik lainnya.
Ditemui setelah acara, Owner (pemilik) Wahana Wisata Clirit View Tegal, Johan Prasetio menjelaskan, selama lomba melamun berlangsung ada aturan yang harus diikuti dan dipatuhi oleh peserta agar tetap bisa melanjutkan.
Adapun aturan yang dimaksud, seperti sesama peserta tidak boleh saling meledek, mengganggu ataupun berbicara satu sama lain.
Baca juga: Peta Rekayasa Lalu Lintas saat Karnaval di Kebumen
Peserta boleh berinteraksi hanya dengan juri, atau panitia lomba melamun.
Selain itu, juga dilihat apakah peserta benar-benar melamun sesuai dengan konsep masing-masing, adakah yang terganggu sampai lamunan nya buyar, dan lain-lain.
"Lomba melamun diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Adapun lomba ini baru pertama kali kami selenggarakan, dan alhamdulillah dapat respon positif dari masyarakat. Tadi durasi lomba melamun selama satu jam dengan kriteria tertentu," jelas Johan, pada Tribunjateng.com.
Alasan utama memilih lomba melamun dibandingkan lainnya, dikatakan Johan karena melihat banyak masyarakat terdampak pandemi Covid-19 sampai kehilangan pekerjaan, usaha belum stabil, atau kondisi lainnya sehingga mengakibatkan banyak yang melamun.
Sehingga dari situ, munculah ide orang-orang yang suka melamun bisa tampil mengikuti lomba dengan hadiah menarik berupa piala dan uang pembinaan.
Terkait indikator penilaian, Johan menyebut, pihaknya melihat dari keniatan peserta menyiapkan properti dan penjiwaan lamunan.
Seperti contoh katakan ada peserta yang konsep nya gagal menikah karena tidak ada calon atau pendampingnya, dilihat penjiwaan saat melamun bagaimana apakah terpengaruh dengan suasana sekitar atau tidak.
"Awalnya durasi yang kami usung selama dua jam, tapi setelah dilihat lagi akhirnya diputuskan cukup satu jam saja untuk durasi lomba melamun. Adapun peserta memperebutkan juara 1, 2 dan 3 terbaik, dengan hadiah berupa piala dan uang pembinaan dari Wana Wisata Clirit View," ujarnya.
Terpisah, salah satu peserta lomba melamun, Tusirah, mengaku awal mengetahui ada lomba melamun karena dapat informasi dari temannya.
Kemudian Tusirah tertarik untuk mengikuti karena selain penasaran, mengisi waktu luang, juga ingin memeriahkan HUT ke-78 RI tahun 2023 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Peserta-lomba-melamun-di-Tegal.jpg)