Berita Nasional

Buntut Penangkapan Pegawai PT KAI Terduga Teroris, 3 Polisi Diamankan. Apa Perannya?

Penangkapan DE, pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) diduga terkait teroris, merembet ke pihak lain.

Editor: rika irawati
Tribunnews.com/Abdi Ryanda
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (kiri) dan Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar (kanan) menggelar konferensi pers terkait penangkapan Karyawan BUMN berinisial DE yang ditangkap terkait tindak terorisme, Selasa (15/8/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Penangkapan DE, pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) diduga terkait teroris, merembet ke pihak lain.

Dikabarkan, ada tiga anggota Polri yang juga ditangkap setelah penyelidikan terhadap DE.

Namun, belum diketahui peran dan keterkaitan anggota Polri tersebut.

Saat dikonfirmasi, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi belum mau banyak berbicara soal penangkapan ini.

Baca juga: 16 Senjata Api Diamankan Densus 88 dari Rumah Pegawai KAI Pendukung ISIS, Siap Serang Mako Brimob

Namun, dia berjanji mengungkap penangkapan ini ke publik nanti sore.

"Nanti sore, kami rilis awal," ujar Hengki kepada wartawan, Jumat (18/8/2023).

Diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan, karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berinisial DE telah ditetapkan menjadi tersangka teroris.

Pelaku DE diduga memiliki akun marketplace atau platform yang disediakan untuk para penjual senpi berkumpul.

"Masalah marketplace itu adalah kamuflase memang, kalau saya bicara dengan penyidik, kami menyimpulkan memang itu sebagai sarana dia mencari uang juga tapi juga untuk menyamarkan aktivitasnya terkait barang-barang (senjata api) ini," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Aswin menjelaskan, DE menjual mainan-mainan yang berkaitan dengan alat militer di marketplace itu.

Karena itu, diduga bahwa marketplace tersebut dipakai sebagai alat kamuflase melakukan perdagangan senpi ilegal.

Sementara, DE ditangkap tak jauh dari rumahnya di Jalan Raya Bulak Sentul RT 07 RW 27, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Senin siang.

Baca juga: Saldo Rekening Pegawai KAI Terduga Teroris di Bekasi Capai Miliaran, Kini Diblokir PPATK

Beberapa senjata api, ratusan peluru, ponsel, laptop, kamera, dan bendera yang terafiliasi ISIS dijejerkan di teras rumah DE.

Belasan senpi yang diamankan bukan hanya rakitan tetapi ada juga produk resmi dari Pindad.

Aswin sebelumnya mengungkapkan, DE merupakan pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved