Berita Wonosobo
Program Unggulan Wonosobo untuk Pendidikan, Upacara Berbahasa Jawa Diterapkan
Pemkab Wonosobo meluncurkan 5 program kegiatan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Program terakhir yang diluncurkan ialah buku pemeliharaan sarana dan prasarana oleh satuan pendidikan.
"Buku ini ditujukan untuk memberikan pedoman pada sekolah untuk bagaimana memelihara bangunan fisik maupun non fisik," terangnya.
Dalam kegiatan hari ini berlangsung pemberian beasiswa pendidikan, seragam, dan peralatan sekolah bagi Anak Putus Sekolah (ATS) yang kembali untuk bersekolah.
Seperti diketahui ATS di Kabupaten Wonosobo cukup banyak, dimana diupayakan untuk kembali bersekolah melalui program Mayo Sekolah.
Tahun 2022 ada sebanyak 228 siswa kembali bersekolah, sementara pada tahun ini ada sebanyak 156 siswa kembali bersekolah.
Baca juga: Ribuan Ikan Koi Meriahkan Bupati Cup Koi Show Wonosobo
"Ini PR yang berat karena untuk mendorong dan memotivasi anak yang sudah putus sekolah ini luar biasa. Saat ini ada kisaran 2.000 an anak tidak sekolah karena beberapa faktor seperti bekerja, menikah, dan lain sebagainya," jelasnya.
Selain program Mayo Sekolah yang sudah berjalan, program Unit Layanan Disabilitas (ULD) juga terus menjadi upaya memenuhi hak-hak anak disabilitas untuk mendapat pendidikan.
"Semua satuan pendidikan jadi tugas ULD memberikan konseling dan pendampingan karena anak-anak ini masih berhak untuk bersekolah dan terus meraih mimpinya," imbuhnya.
Salah satu hal yang penting dalam dunia pendidikan ialah pendidikan karakter bagi siswa salah satunya melalui penguatan pelajar Pancasila yang sudah berjalan di setiap sekolah di Wonosobo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, melalui program yang sudah diluncurkan ini diharapkan akan dapat terus berjalan dengan baik.
Bupati Afif meminta evaluasi terus dilakukan dalam pelaksanaanya untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki sistem tata kelola pendidikan di Kabupaten Wonosobo.
"Saat ini Pemkab Wonosobo sedang mewujudkan SDM yang berkualitas dengan program unggulan Wonosobo Pintar. Kebijakan ini bisa dilaksanakan dan kita lakukan evaluasi bersama," ujarnya.
Bupati Afif menyadari, permasalahan pendidikan tidak dapat diselesaikan secara sepihak. Dibutuhkan upaya bersama dari pihak luar untuk berkontribusi penyelesaian masalah pendidikan di Kabupaten Wonosobo.
Baca juga: Berkah Bulan Agustus bagi Perajin Piala di Ledok Kudus, Banjir Pesanan untuk Lomba 17-an
Dengan ini Bupati Afif mengajak BUMN maupun swasta ikut mengambil peran membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Wonosobo termasuk pendidikan.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Geodipa dan Bank Jateng yang sudah menjadi akselerasi penguatan pendidikan. Kemitraan ini semoga dapat menjadi pemantik berbagai pihak untuk berperan dalam kemajuan pendidikan di Wonosobo," imbuhnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.