Berita Wonosobo
Program Unggulan Wonosobo untuk Pendidikan, Upacara Berbahasa Jawa Diterapkan
Pemkab Wonosobo meluncurkan 5 program kegiatan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus melakukan berbagai upaya mewujudkan program unggulan memperbaiki pendidikan melalui program Wonosobo Pintar.
Pemkab Wonosobo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo hari ini, Selasa (15/8/2023) meluncurkan 5 program kegiatan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo.
Bantuan Operasional Sekolah Pemerintah Daerah (BOSP) Daerah senilai 9 miliar digelontorkan untuk mendukung biaya personalia dan operasional bagi satuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo.
BOSP Daerah resmi berlaku sejak bulan Juli 2023 sesuai dengan Peraturan Bupati No 21 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis pengelolaan bantuan operasional satuan pendidikan daerah bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
Baca juga: Senangnya 172 Guru dan 13 Tenaga Teknis di Purbalingga Terima SK PPPK
Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Tono Prihatono mengatakan, BOSP Daerah diberikan kepada satuan pendidikan dari tingkat TK, SD, dan SMP Negeri di Kabupaten Wonosobo.
"Penyaluran bantuan operasional sekolah dari APBD. Dimana kegiatan ini bupati mengalokasikan angka 9 miliar untuk satuan pendidikan negeri TK, SD, SMP yang bertujuan untuk membantu sekolah dalam pelaksanaan operasional sekolah," jelasnya.
Selain itu, hari ini turut diluncurkan penetapan hari refleksi diri yang telah ditetapkan melalui surat edaran Bupati Wonosobo.
Refleksi diri menjadi elemen utama profesionalisme guru dalam proses pembelajaran guru dan siswa dengan mengeksplorasi referensi pengajaran baru dan berinovasi.
"Hari Sabtu setiap minggunya untuk pelaksanaan refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh bapak ibu guru untuk bertujuan meningkatkan proses kualitas pembelajaran di kelas," ujarnya.
Selain itu, upacara bendera dengan menggunakan Bahasa Jawa juga mulai diterapkan pada tahun ajaran ini.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Wonosobo per Hari Ini,
Upacara bendera dengan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bentuk melestarikan budaya, media untuk menumbuhkan keterampilan, serta menghargai budaya Jawa sehingga diharapkan akan menumbuhkan sikap positif pada peserta didik.
"Pelaksanaan setiap hari Senin, minggu ke empat semua sekolah melaksanakan upacara berbahasa Jawa bertujuan untuk nguri-uri budaya Jawa," tambahnya.
Program suara siswa untuk pendidikan kerjasama dengan PT Pos Indonesia juga diluncurkan.
Program ini menjadi wadah siswa mengutarakan pendapat mengenai situasi dan layanan pendidikan yang berlangsung di satuan pendidikannya.
Setiap dua minggu sekali, kantor Pos akan mengambil surat yang ditulis siswa. Melalui suara siswa ini akan membantu upaya perbaikan layanan pendidikan bagian tertentu yang dinilai masih kurang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.