Minggu, 19 April 2026

Berita Cilacap

Hutan Karangpucung Cilacap Terbakar, Lahan 1,9 Hektar Hangus

Insiden kebakaran terjadi di kawasan hutan Sengkala yang berada di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Cilacap pada Sabtu (5/8) malam.

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
Ist
Kondisi kawasan hutan Sengkala di Karangpucung, Cilacap yang terbakar pada Sabtu (5/8) malam. Kebakan hutan seluas 19,1 hektar itu terjadi karena ada warga yang membakar ilalang untuk membukan lahan perkebunan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Insiden kebakaran terjadi di kawasan hutan Sengkala yang berada di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Cilacap pada Sabtu (5/8) malam.


Sedikitnya 1,91 hektar lahan milik Perhutani hangus terbakar.


Kepala UPT Damkar Cilacap Supriyadi menuturkan, kebakaran hutan itu pertama kali diketahui oleh saksi bernama Tunggul selaku mandor ploter RPH.


Saat itu sekira pukul 18.00 WIB, saksi melihat adanya kobaran api di lereng hutan.


Melihat itu, saksi kemudian berkoordinasi dengan KRPH Karang Pucung dan Asper KBKPH Lumbir.


"Setelah dilakukan koordinasi, kemudian Kapolsek Karang Pucung AKP Sunari menghubungi Pos Damkar Majenang untuk meminta bantuan pemadaman," kata Suriyadi kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (6/7).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cilacap Hari Ini Minggu 6 Agustus 2023


Diungkapkan Supriyadi, setelah menerima laporan tersebut pihaknya gerak cepat menerjunkan personil ke lokasi kejadian.


Ada sebanyak 5 petugas Damkar dan 9 relawan kebakaran yang dikerahkan.


Selain itu Pos Damkar Majenang juga menurunkan satu armada berkapasitas 5000 liter air dalam upaya pemadaman.


Supriyadi menyebut, api baru padam setelah 5 jam pemadaman atau sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Baca juga: Hasil Akhir Madura United vs PSIS: Striker 42 Tahun Cetak Gol Semata Wayang


"Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung kurang lebih 5 jam dang menghabiskan 1200 liter air," ungkapnya.


Sementara itu terkait penyebab kebakaran didiuga karena ada warga yang sengaja membakar ilalang untuk membuka lahan perkebunan. (pnk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved