Penemuan Amunisi Cilacap

Ribuan Amunisi Temuan di Cilacap Buatan Amerika, Diduga Diangkut Kapal Induk Pertama AS USS Langley

Ribuan amunisi yang ditemukan di perairan Cilacap diduga bagian dari kapal perang USS Langley, kapal induk pertama milik Amerika Serikat.

|
Editor: rika irawati
National Naval Aviation Museum via Hampton Roads Naval Museum
Kapal Perang USS Langley yang merupakan kapal induk pertama milik Amerika Serikat diduga tenggelam di perairan cilacap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cilacap Kolonel Laut Bambang Subeno mengatakan, ribuan amunisi yang ditemukan nelayan di perairan sekitar dermaga PT BSI, Sabtu (15/7/2023), buatan Amerika Serikat.

Amunisi tersebut merupakan jenis amunisi senjata untuk pertahanan udara dan senjata perorangan.

Amunisi ini diduga diangkut kapal perang USS Langley, kapal induk pertama milik Amerika Serikat.

Kapal milik Amerika yang digunakan pada Perang Dunia (PD) II ini diduga karam di alur perairan antara Cilacap dan Pulau Nusakambangan usai diserang pesawat tempur Jepang.

"Kemungkinan, amunisi ini dibawa kapal perang Amerika, ini baru dugaan awal," kata Bambang di sela kegiatan penyelaman di Cilacap, Kamis (20/7/2023).

Baca juga: Penyelaman Mencari Bangkai Kapal PD II Dimulai, Lanal Cilacap Datangkan Kopaska dari Surabaya

Dugaan itu diperkuat dengan sejarah yang menyebut pernah terjadi pertempuran antara Jepang dan Amerika di perairan Cilacap pada 1942 silam.

"Histori yang kami baca, kemungkinan, amunisi ini tenggelam pada 1942, di mana saat itu terjadi pertempuran, kapal perang Amerika diserang pesawat tempur Jepang dan salah satu kapal tenggelam," ujar Bambang.

Menurut Bambang, lokasi pertempuran itu disebut terjadi di mulut alur Cilacap.

"Dugaan sementara itu, untuk kepastiannya menunggu penyelaman," kata Bambang.

Diketahui, USS Langley merupakan kapal perang AS jenis kapal induk, yang pertama kali diluncurkan pada 24 Agustus 1912.

Kapal ini merupakan kapal konversi dari pengangkut batu bara, USS Jupiter.

Kapal ini bisa menampung 36 pesawat saat berganti nama menjadi Langley, dan merupakan kapal induk pertama yang baling-balingnya ditenagai secara turbo-elektrik.

USS Langley ditenggelamkan oleh kapal pengiringnya karena mengalami kerusakan parah, setelah diserang oleh sembilan pesawat bermesin ganda dari pasukan Jepang.

Baca juga: Ribuan Amunisi Peluru Tajam Diduga Sisa PD II Ditemukan di Perairan Cilacap, Dekat Bangkai Kapal

Ketika diserang di Laut Jawa, kapal induk satu-satunya di kelasnya tersebut sedang membawa pesawat tempur P-40.

Saat ini, tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) masih melakukan penyelaman untuk memastikan temuan itu.

Sementara, Komandan tim penyelaman Letkol Laut Yudo Ponco mengatakan, berdasarkan identifikasi headstamp amunisi yang ditemukan, merupakan buatan Amerika.

"Rekan kami dari historical diver membaca dari headstamp atau kode kepala amunisi, senjata tersebut buatan Amerika," kata Ponco.

Ponco menjelaskan, amunisi itu digunakan untuk senapan Browning yang digunakan pada Perang Dunia (PD) II.

"Utamanya, digunakan sebagai pertahanan udara dan pesawat," ujar Ponco.

Diberitakan sebelumnya, ribuan amunisi ditemukan nelayan di perairan Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (15/7/2023). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temuan Ribuan Amunisi di Cilacap, Diduga dari Kapal Induk AS USS Langley yang Diserang Pesawat Tempur Jepang".

Baca juga: Kondisi Penumpang Kereta Loncat dari Gerbong saat Kecelakaan di Semarang, Ternyata Wanita Lansia

Baca juga: Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Kamis 20 Juli 2023: Merangkak Naik

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved