Kamis, 7 Mei 2026

Berita Demak

Cek Stunting di Blerong Demak, Ganjar Minta Bidan Aktif Dampingi Ibu Hamil Risiko Tinggi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta bidan desa untuk lebih aktif dampingi ibu hamil risiko tinggi guna mencegah bayi yang dilahirkan stunting.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Ganjar Pranowo saat menggelar kunjungan kerja di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Selasa (18/7/2023), untuk mengecek keseriusan penanganan stunting dan ibu hamil risiko tinggi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serius dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Karenanya, Ganjar memberi perhatian lebih terhadap ibu hamil yang masuk keompok risiko tinggi (risti).

Misalnya, saat ia menemukan ibu hamil kembar berusia 42 tahun, kala kunjungan kerja di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Selasa (18/7/2023).

Ganjar meminta kepada para bidan agar aktif dan mendata dan mendampingi secara intensif setiap ibu hamil yang ada di wilayahnya.

Terlebih, pendampingan intensif kepada ibu hamil risiko tinggi.

Di desa tersebut ada total 45 ibu hamil, di mana di antaranya terdapat ibu hamil yang masuk kelompok risti, yakni ibu berusia di atas 35 tahun dan usia muda.

“Maka ini udah risti banget, ya usianya ya kandungannya. Maka saya minta yang seperti ini menjadi perhatian, tapi saya tanya tadi udah ok,” kata Ganjar yang didampingi Bupati Demak, Eisti’anah.

Khusus untuk ibu hamil tersebut, Ganjar menitipkan pesan pada bidan agar rutin melakukan pengecekan.

Apalagi, bayi kembar dalam kandungan ibu hamil tersebut salah satunya meninggal dunia.

“Maka pada saat dia mau melahirkan, betul-betul ini akan diamankan, sehingga nanti saat bersalin ibunya sehat, insya Allah bayinya sehat. Karena di kandungannya ada kembar yang satu meninggal itu,” ujarnya.

Terkait tengkes, berdasarkan data yang ada, saat ini di Desa Blerong, Kecamatan Guntur tersebut terdapat 32 kasus stunting.

Pemerintah desa mempunyai mitigasi penanganan stunting yang relatif bagus, yakni dengan pendampingan intensif selama 120 hari dan ditambah pemberian penambah nafsu makan.

Namun, hal itu belum terlaksana tahun ini karena kendala anggaran.

“Tapi ini sumbernya masih berharap pada ADD. Maka tadi saya minta kalau anggarannya kurang, persoalan stuntingnya tetap didata, nanti disampaikan pada ibu Bupati atau kepada Gubernur, sehingga kalau ada yang kurang kita yang nambahin,” jelasnya.

Ganjar menegaskan soal stunting harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved