Berita Banyumas

Orangtua Calon Siswa Cemas Jelang Pengumuman, Hari Ini Terakhir Pendaftaran PPDB SMP Banyumas

Zudi (42), warga Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, deg-degan di hari terakhir pendaftaran PPDB 2023 tingkat SMP.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Sejumlah orangtua calon siswa baru memilih menunggu detik-detik terakhir penutupan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari terakhir di SMPN 2 Purwokerto, Rabu (5/7/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Zudi (42), warga Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, merasa deg-degan di hari terakhir pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP.

Anaknya yang mendaftar di SMP Negeri 2 Purwokerto lewat jalur prestasi berada di urutan buncit batas kuota.

"Saya tungguin di hari ketiga ini dan kebetulan, anak saya di peringkat ke-49 di jalur prestasi dari 50 kuota yang disediakan. Sehingga, sangat diujung tanduk," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (5/7/2023).

Apabila tidak diterima maka tidak ada pilihan lain kecuali masuk sekolah swasta.

Zudi pun memilih memantau secara langsung detik-detik penutupan PPDB 2023 di hari terakhir untuk memastikan keamanan sang buah hati.

Baca juga: Dindik Banyumas Akan Evaluasi Kebijakan Pilihan Kedua Tujuan Sekolah, Tirsa tak Sepakat

Ketua Panitia PPDB sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 2 Purwokerto, Sri Marwanto mengatakan, hingga hari terakhir PPDB, total pendaftar mencapai 400 siswa.

"Kami menerima delapan rombongan belajar atau total 256 siswa."

"Hari ini, nilai terendah jalur prestasi itu 563 dengan nilai paling bawah 93."

"Sementara, (untuk jalur) Zonasi, point terendahnya 288,26," terangnya.

Di hari ketiga ini, ada 184 berkas yang dicabut.

Kemudian, 131 pendaftar tidak masuk kuota.

"Tidak masuk kuota ini artinya, secara persyaratan, baik prestasi atau zonasi tidak memenuhi," jelas Sri Marwanto.

Baca juga: Harga Ayam di Banyumas Rp 50 Ribu Sekilo, Rinah Memilih Beli Tulang

Sri Marwanto mengaku kurang setuju dengan kebijakan adanya pilihan kedua.

Menurutnya, pilihan kedua memang tidak ada artinya.

"Pilihan kedua juga tidak ada jaminan diterima dan ini kelemahan."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved