Minggu, 3 Mei 2026

Berita Banyumas

Kasus Tahanan Tewas di Polresta Banyumas, Keluarga Tantang Polisi Buka CCTV Luar!

Yang membuat pihak keluarga tidak terima karena dalam informasi medik korban dirawat di ruang Asoka, selama 14 hari tidak ada keluarga yang dikabari

Tayang:
Permata Putra Sejati
Pihak keluarga dari korban penganiayaan, Oki Kristodiawan (27) tahanan yang menjadi korban penganiayaan antar sesama tahanan di Banyumas saat menyatakan belum puas dengan proses hukum yang berjalan, Kamis (15/6/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Pihak keluarga dari Oki Kristodiawan (27) tahanan yang menjadi korban penganiayaan antar sesama tahanan di Banyumas menyatakan belum puas dengan proses hukum yang berjalan.

Kakak sepupu korban, Purwoko meminta dan memohon agar bisa diputarkan rekaman CCTV di titik lain selain yang berada di rumah tahanan titipan Polresta Banyumas.

Terutama dari titik saat korban turun dari mobil saat berada di kepolisian Baturraden kemudian masuk ke area Polresta Banyumas.

Dasar permintaan ini adalah karena saat gelar perkara, video yang ditunjukan dalam CCTV di dalam sel tidak sinkron dengan kondisi korban.

Baca juga: Tahanan Tewas Penuh Luka di Polresta Banyumas, Pengamat : Ada Unsur Kelalaian Polisi

"Foto-foto dipunggung itu jelas bukan hanya tangan kosong, ada lubang di bahu kanan, sikut kiri dan paha kiri. 

Di paha kiri seperti luka sayatan. 

Para tahanan yang melakukan pemukulan tidak satupun yang memakai alat," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/6/2023). 

Pihak keluarga meminta diputarkan CCTV di titik lain. 

Keluarga sempat menyaksikan langsung terkait tayangan Jatanras di salah satu tv. 

Baca juga: Tahanan Tewas Penuh Luka di Polresta Banyumas, Pengamat : Ada Unsur Kelalaian Polisi

Dalam tayangan itu menujukan luka di korban dan sinkron dengan foto-foto dokumentasi milik keluarga. 

"Oki di dalam mobil petugas sudah luka-luka," imbuhnya. 

Sementara itu pihak keluarga yang lain, Bayu mengatakan sudah meminta empat kali terkait surat kematian korban. 

"Surat kematian baru dikasihkan pada Rabu (14/6/2023). 

Tetapi saat dimintai rekam medik UGD selama 14 hari dirawat keluarga belum diberi.

Sehingga keluarga makin resah, apakah benar meninggal 2 Juni 2023 atau bahkan sudah sejak 19 Mei 2023," katanya.

Baca juga: Klaim Polresta Banyumas soal Tahanan Tewas, Dianiaya 10 Tahanan Lain dengan Tangan Kosong

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved