Berita Jateng
Istikamah Nabung, Nenek Penjual Pisang di Kudus Berhasil Naik Haji
Daini yang berjualan pisang di emperan Pasar Brayung Mejobo mulai dari 1980-an hingga sekarang, akhirnya mampu meraih mimpinya berangkat haji.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Daini, wanita berusia 72 tahun warga Desa Gulangtepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus terus memancarkan senyum sumringah dari wajahnya usai dirinya dinyatakan berangkat haji pada tahun 2023.
Daini yang kesehariannya berjualan pisang di emperan Pasar Brayung Mejobo mulai dari 1980-an hingga sekarang, akhirnya mampu meraih mimpinya yakni menyempurnakan rukun Islam.
Tentu saja, perjuangan Daini untuk berangkat ke tanah suci penuh dengan cobaan dan ujian. Namun hal tersebut membuat dirinya semakin mantab untuk beribadah di Baitullah.
Keinginan berangkat haji, muncul saat Daini dan teman-teman sesama pedagang di pasar Brayung Mejobo membicarakan terkait ibadah haji.
Dari pembicaraan ringan tersebut, mengetuk hati Daini untuk berangkat ibadah haji.
"Awalnya ngobrol kalih rencang- rencang kulo (sama teman-teman saya), terus pingin. Sakniki rencang-rencang sampun seda (sekarang teman-teman saya sebagian sudah meninggal)," ucap Daini saat ditemui di rumahnya, Senin (29/5/2023).
Dari obrolan ringan bersama temannya tersebut, dengan konsisten Daini menyisihkan uang hasil penjualan pisang.
Harga pisang yang dia jual juga terjangkau, mulai dari Rp2000 hingga Rp30.000.
Tabungan haji tersebut dia mulai pada tahun 2000. Sedikit demi sedikit, dia kumpulkan uang keuntungan jualan sebesar Rp10.000 hingga Rp50.000 di koperasi setempat.
"Yo sitik-sitik, nek artane sampun katah mangkih dipindah bank sing luih sae. (Dikumpulkan sedikit-sedikit nanti kalau uangnya sudah jutaan dipindah ke bank yang lebih baik," jelasnya.
Perjalananya menabung pun juga sempat mendapatkan ujian. Uang Daini yang dititipkan pada koperasi hingga mencapai Rp 2jutaan hilang dibawa kabur.
"Pernah uang nganti Rp8jutaan ilang, sampu dibalekno mung mboten utuh, kirang Rp2jutaan ora dingehno. nggih tetap semangat saget ngelunasi. (Pernah uang dibawa kabur sampai Rp8jutaan, tapi dikembalikan tidak utuh. Kurang Rp2juta tidak diberikan. Ya tetap semangat ngelunasi)," ucapnya.
Pendaftaran awal ibadah haji, Daini mendaftar sebesar Rp5,2jutaan kemudian yang pelunasan kedua, Daini melunasi Rp21jutaan dan terakhir membayar Rp13jutaan.
Hingga pada tahun 2012, Daini mulai mendaftarkan haji untuk dirinya sendiri. Lantaran sang suami sudah meninggal terlebih dahulu pada tahun 2011.
Sedikit demi sedikit tabungan Daini mulai mencukupi untuk berangkat haji. Sebenarnya, Daini berangkat haji pada tahun 2020 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penjual-pisang-naik-haji.jpg)