Pilpres 2024
Selangkah Lagi Koalisi Besar Terwujud: Tim Kecil PKB dan Golkar Mulai Bahas Strategi Menangi Pilpres
Wacana munculnya koalisi besar partai politik untuk Pilpres 2024 makin nyata dengan bertemunya tim kecil dari PKB dan Partai Golkar, Rabu.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Wacana munculnya koalisi besar partai politik untuk Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 makin nyata dengan bertemunya tim kecil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar.
Rabu (10/5/2023), dua partai yang menjadi motor dari pembentukan koalisi besar itu bertemu di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, untuk membahas teknis koalisi.
Politisi PKB dan Golkar mengadakan pertemuan secara tertutup selama 2 jam.
Utusan tim pemenangan koalisi besar sekaligus Ketua Bappilu Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, PKB dan Golkar bertekad mengajak partai lain supaya bergabung ke dalam koalisi besar.
"Mempunyai tekad bersama untuk mengajak koalisi kepada partai-partai yang lain, baik partai parlemen maupun nonparlemen untuk bersama-sama dalam Pilpres 2024 nanti dalam bangunan koalisi yang sama," ujar Nusron dalam jumpa pers di Senayan, Rabu siang.
Baca juga: Tetap Berkomitmen Usung Prabowo, Gerindra Siap Hadapi PDIP di Pilpres 2024. Tutup Pintu Koalisi
Nusron menjelaskan, PKB dan Golkar membahas secara teknis dan detail tentang cara kerja koalisi besar ke depannya.
Selain itu, mereka juga membahas mengenai strategi agar koalisi besar bisa mencapai titik kemenangan pada Pilpres 2024 mendatang.
"Salah satu yang dibahas adalah nanti bagaimana pembagian wilayah kerja, dan sebagainya. Itu yang sudah kami bicarakan tadi secara bersama-sama untuk membincangkan tentang desain pola kerja dan bangunan daripada koalisi itu sendiri," tuturnya.
Sementara itu, utusan pemenangan koalisi besar sekaligus Ketua DPP PKB Faisol Riza mengatakan, PKB dan Golkar juga saling memberi informasi mengenai perkembangan politik dari masing-masing partai.
Pasalnya, kata dia, dinamika politik dan pencapresan yang terjadi saat ini semakin lama semakin menarik.
"Secara garis besar, Pak Nusron sudah menyampaikan bahwa kami ingin, Golkar dan PKB, menjadi partai utama yang menyokong koalisi yang besar yang diperluas bersama Partai Gerindra dan partai parlemen maupun non parlemen yang lain," ucap Faisol.
Faisol mengklaim sudah ada satu partai parlemen yang akan masuk ke koalisi besar.
Baca juga: Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang Usung Anies Capres Resmi Terbentuk, Lahirkan 6 Kesepakatan
Sementara, partai nonparlemen banyak yang tertarik untuk bergabung bersama koalisi besar.
"Ada kemungkinan, partai yang kabarnya dari awal mendukung Pak Ganjar, juga akan berbalik untuk bergabung di koalisi ini," imbuh dia.
Pada Rabu (3/5/2023) lalu, Airlangga Hartarto dan Cak Imin mengumumkan kalau PKB dan Golkar sepakat untuk menjadi motor dalam membangun komunikasi dengan partai-partai yang ingin melanjutkan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan membentuk koalisi besar.
Gugatan Soal Keabsahan Gibran sebagai Cawapres Ditolak PTUN Jakarta, Begini Sikap Tim Hukum PDIP |
![]() |
---|
Ditolak Partai Gelora, Begini Jawaban Santai PKS atas Wacana Gabung ke Pemerintahan Prabowo-Gibran |
![]() |
---|
Keresahan Parpol Pengusung Prabowo-Gibran saat Parpol Lawan Merapat: PKS Paling Banyak Ditolak |
![]() |
---|
PKS Buka Peluang Masuk Koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ditentukan setelah Halalbihalal |
![]() |
---|
Pilpres 2024 Rampung, Timnas Amin Dibubarkan. Cak Imin: Tugas Sudah Selesai |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.