Ramadan 2023

Masjid Tertua di Wonosobo: Al-Manshur, Jadi Magnet Peziarah Datang ke Makam Kyai Walik

Masjid Al-Manshur berada di area Pondok Pesantren Al-Manshur yang juga terdapat makam Kiai Walik.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
Imah Masitoh/TribunBanyumas.com
Seorang warga melintas di depan Masjid Al-Manshur Wonosobo, baru-baru ini. Masjid ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa. Masjid Al-Manshur telah mengalami renovasi beberapa kali. Hingga tahun 2018 bentuk serambi dikembalikan seperti sebelumnya, ditambah dengan emperan, agar bisa menampung lebih banyak jemaah. 

KH Manshur yang merupakan seorang penghulu kabupaten pada zamannya mewakafkan tanah seluas kurang lebih 7.000 meter persegi di kampung Kauman Utara sebagai tempat baru Masjid Besar Wonosobo pada waktu itu. 

Hingga akhirnya masjid mulai dibangun tahun 1847 M (1263 H) dan baru selesai sembilan tahun kemudian, yaitu tahun 1856.

Untuk mempermudah pengelolaan masjid, pada tahun 1972 takmir masjid yang diketuai H Moch Sjoekoer yang juga cucu dari KH Manshur, membentuk Yayasan Masjid Al-Manshur. 

Baca juga: Dinanti saat Ramadan, Tradisi di Masjid Menara Kampung Melayu Kota Semarang Ini Terjaga Sejak 1802

Sisi dalam Masjid Al-Manshur Wonosobo, baru-baru ini. Rumah ibadah umat Islam ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa.
Sisi dalam Masjid Al-Manshur Wonosobo, baru-baru ini. Rumah ibadah umat Islam ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa. (Imah Masitoh/TribunBanyumas.com)

Bersamaan ini pula nama Masjid Besar Wonosobo berganti nama menjadi masjid Al-Manshur.

Nama ini digunakan sebagai bentuk dedikasinya dengan kebesaran hati mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid. 

KH Manshur merupakan putera dari KH Marhamah Bendosari Sapuran.

Cucu dari R Soetomarto II, dan masih keturunan ke-17 dari Brawijaya V, Raja Majapahit.

Konstruksi Masjid Al-Manshur

Bangunan masjid Al-Manshur memiliki gaya Jawa kuno, menggunakan bahan kayu dengan tiang-tiang berornamen ukiran. 

Tampak dari depan maupun kanan kiri dikelilingi tiang-tiang penyangga, dengan lantai berwarna kuning kecokelatan.

Seperti pada masjid umumnya masjid ini dilengkapi dengan beduk, maupun mimbar di dalamnya. 

Suasana tenang begitu terasa saat pertama kali menginjakan kaki di serambi masjid, hingga semakin ke dalam suasana teduh begitu menyelimuti dengan pemandangan ornamen kayu dan hembusan angin yang masuk dari jendela kayu khas Jawa. 

Baca juga: Masjid Baitussalam Saka Tunggal Banyumas, Sudah Ada Sejak 1288, Dibangun Jauh Sebelum Era Wali Songo

Sudut teras Masjid Al-Manshur Wonosobo. Rumah ibadah umat Islam ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa.
Sudut teras Masjid Al-Manshur Wonosobo. Rumah ibadah umat Islam ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa. (Imah Masitoh/TribunBanyumas.com)

Masjid Al-Manshur telah mengalami renovasi beberapa kali.

Di tahun 1924 setelah gempa besar atap yang semula menggunakan ijuk diganti dengan genteng. 

Kemudian pada tahun 1972 atap genteng diganti dengan seng dan bangunan serambi dibuat model gaya Spanyol. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved