Ramadan 2023
Masjid Tertua di Wonosobo: Al-Manshur, Jadi Magnet Peziarah Datang ke Makam Kyai Walik
Masjid Al-Manshur berada di area Pondok Pesantren Al-Manshur yang juga terdapat makam Kiai Walik.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
KH Manshur yang merupakan seorang penghulu kabupaten pada zamannya mewakafkan tanah seluas kurang lebih 7.000 meter persegi di kampung Kauman Utara sebagai tempat baru Masjid Besar Wonosobo pada waktu itu.
Hingga akhirnya masjid mulai dibangun tahun 1847 M (1263 H) dan baru selesai sembilan tahun kemudian, yaitu tahun 1856.
Untuk mempermudah pengelolaan masjid, pada tahun 1972 takmir masjid yang diketuai H Moch Sjoekoer yang juga cucu dari KH Manshur, membentuk Yayasan Masjid Al-Manshur.
Baca juga: Dinanti saat Ramadan, Tradisi di Masjid Menara Kampung Melayu Kota Semarang Ini Terjaga Sejak 1802

Bersamaan ini pula nama Masjid Besar Wonosobo berganti nama menjadi masjid Al-Manshur.
Nama ini digunakan sebagai bentuk dedikasinya dengan kebesaran hati mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid.
KH Manshur merupakan putera dari KH Marhamah Bendosari Sapuran.
Cucu dari R Soetomarto II, dan masih keturunan ke-17 dari Brawijaya V, Raja Majapahit.
Konstruksi Masjid Al-Manshur
Bangunan masjid Al-Manshur memiliki gaya Jawa kuno, menggunakan bahan kayu dengan tiang-tiang berornamen ukiran.
Tampak dari depan maupun kanan kiri dikelilingi tiang-tiang penyangga, dengan lantai berwarna kuning kecokelatan.
Seperti pada masjid umumnya masjid ini dilengkapi dengan beduk, maupun mimbar di dalamnya.
Suasana tenang begitu terasa saat pertama kali menginjakan kaki di serambi masjid, hingga semakin ke dalam suasana teduh begitu menyelimuti dengan pemandangan ornamen kayu dan hembusan angin yang masuk dari jendela kayu khas Jawa.
Baca juga: Masjid Baitussalam Saka Tunggal Banyumas, Sudah Ada Sejak 1288, Dibangun Jauh Sebelum Era Wali Songo

Masjid Al-Manshur telah mengalami renovasi beberapa kali.
Di tahun 1924 setelah gempa besar atap yang semula menggunakan ijuk diganti dengan genteng.
Kemudian pada tahun 1972 atap genteng diganti dengan seng dan bangunan serambi dibuat model gaya Spanyol.
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Kebumen Ramadan Hari Ke-30, Besok Jumat 21 April 2023 |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Banjarnegara Ramadan Hari Ke-30, Jumat 21 April 2023 |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Cilacap Ramadan Hari Ke-30, Besok Jumat 21 April 2023 |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Purbalingga Ramadan Hari Ke-30, Besok Jumat 21 April 2023 |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Banyumas Ramadan Hari Ke-30, Besok Jumat 21 April 2023 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.