Ramadan 2023

Masjid Tertua di Wonosobo: Al-Manshur, Jadi Magnet Peziarah Datang ke Makam Kyai Walik

Masjid Al-Manshur berada di area Pondok Pesantren Al-Manshur yang juga terdapat makam Kiai Walik.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
Imah Masitoh/TribunBanyumas.com
Seorang warga melintas di depan Masjid Al-Manshur Wonosobo, baru-baru ini. Masjid ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa. Masjid Al-Manshur telah mengalami renovasi beberapa kali. Hingga tahun 2018 bentuk serambi dikembalikan seperti sebelumnya, ditambah dengan emperan, agar bisa menampung lebih banyak jemaah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Masjid Al-Manshur, disebut menjadi masjid tertua di Wonosobo, Jawa Tengah. Tempat ibadah umat Islam ini juga menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di Kota di atas Awan, julukan Wonosobo.

Masjid yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro No13 ini sekaligus saksi berdirinya Wonosobo.

Masjid Al-Manshur berada di area Pondok Pesantren Al-Manshur yang juga terdapat makam Kiai Walik. 

Sehingga tempat ini ramai baik para santri, maupun masyarakat yang ingin berziarah di makam Kiai Walik. 

Baca juga: Masjid Agung Solo Siapkan 300-400 Takjil Setiap Hari selama Ramadan, Gratis!

Satu sudut Masjid Al-Manshur Wonosobo, baru-baru ini. Rumah ibadah umat Islam ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa.
Satu sudut Masjid Al-Manshur Wonosobo, baru-baru ini. Rumah ibadah umat Islam ini diklaim menjadi masjid tertua di Wonosobo dengan bangunan bergaya Islam Jawa. (Imah Masitoh/TribunBanyumas.com)

Makam Kiai Walik berada di belakang masjid Al-Manshur.

Dalam ceritanya, Kiai Walik bersama dua ulama lainnya yakni Kiai Kolodete dan Kiai Karim menyebarkan agama Islam di tengah penduduk Wonosobo.

Dalam ceritanya, Kiai Walik dulunya bermukim di wilayah sekitar Wonosobo.

Beliau merupakan sosok ulama yang dekat dengan rakyat dan banyak disegani. 

Hingga saat ini, makam ini ramai didatangi peziarah baik dari Wonosobo maupun luar Wonosobo untuk berziarah.

Baca juga: Salat Tarawih di Masjid Raya Zayed Solo Digelar 23 Rakaat, Lokasi Jemaah Pria dan Wanita Beda Lantai

Latar Belakang nama Masjid Al-Manshur

Meski tidak ada dokumen pasti yang menerangkan sejarah masjid Al-Manshur, namun sejak dahulu hingga sekarang masjid ini menjadi magnet masyarakat untuk beribadah maupun berziarah. 

Cerita sejarah terkait masjid Al-Manshur dari mulut ke mulut sesepuh terdahulu.

Menurut KH Achmad Chaedar Idris selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshur, mengungkapkan, dalam sejarahnya Masjid Al-Manshur bernama Masjid Besar Wonosobo

"Lengkap dengan pesantren, Masjid Besar Wonosobo semula berada di sebelah barat alun-alun.

Namun karena dianggap tidak sesuai dengan rencana tata ruang, akhirnya dipindahkan ke utara, sekitar 500 meter dari alun-alun," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved