Berita Kudus
Kasus 26 Siswa SDN 2 Mejobo Kudus Keracunan Jajanan: Maklor dan Jasuke Terbukti Mengandung Bakteri
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap jajanan yang diduga meracuni 26 siswa SD Negeri 2 Mejobo, Kabupaten Kudus, telah keluar.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap jajanan yang diduga meracuni 26 siswa SD Negeri 2 Mejobo, Kabupaten Kudus, telah keluar.
Dari jajanan makaroni telur (maklor), tim menemukan adanya bakteri Escherichia coli dan sejumlah bakteri lain yang diduga memicu gejala keracunan.
Sub Koordinator Surveilans Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad mengatakan, sampel makanan jajanan yang dibawa ke laboratorium adalah sampel jagung serut susu keju (jasuke) dan maklor.
Sampel itu diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: 26 Siswa SD Negeri 2 Mejobo Kudus Diduga Keracunan Maklor dan Jasuke, 10 Anak Dilarikan ke Puskesmas
Baca juga: Polisi Minta Keterangan Penjual Maklor terkait Insiden Keracunan 26 Siswa SDN 2 Mejobo, Ini Hasilnya
Aniq mengatakan, hasil uji sampel itu keluar pada Jumat (17/2/2023), pekan lalu.
Hasilnya, kedua jajanan itu tidak mengandung bahan kimia.
"Hasilnya negatif bahan kimia, baik untuk malkor dan jasuke."
"Tetapi, untuk maklor, positif bakteri Escherichia coli. Selain itu, maklornya mengandung bakteri lain, di antaranya Klebsiella pneumoniae dan Streptococcus alfa," kata Aniq, Selasa (21/2/2023)
Aniq menambahkan, untuk jasuke, negatif bakteri Escherichia coli tetapi mengandung bakteri lain.
"Untuk jasukenya mengandung bakteri lain, seperti Klebsiella pneumoniae, Streptococcus alfa, dan Enterobacter agglomerans," sambungnya.
Baca juga: Panik Lihat Kepala Ular saat Banjir, Warga Mejobo Kudus Teriak Minta Tolong. Panjang 2 Meter
Baca juga: Distributor Gerojok Minyakita di Pasar Tradisional Kudus, Pedagang Harus Jual Langsung ke Konsumen
Aniq menjelaskan, bakteri Klebsiella pneumoniae, Streptococcus alfa, dan Enterobacter agglomerans, dapat memicu gangguan pernapasan.
Itu sebabnya, saat menunjukkan gejala keracunan, beberapa waktu lalu, seumlah anak yang mengonsumsi maklor menunjukkan gejala sulit bernapas.
Aniq menduga, bakteri tersebut muncul dimungkinkan karena jajanan tersebut kurang terjaga kebersihannya.
Satu di antaranya, karena penutup jajanan tersebut sering dibuka.
"Klebsiella pneumoniae, Streptococcus alfa, dan Enterobacter agglomerans itu menyebabkan gangguan pernapasan sehingga puluhan anak-anak saat merasakan sulit bernapas," imbuhnya. (*)
Baca juga: Evakuasi Kapolda Jambi di Hutan Pegunungan Kerinci Terkendala Cuaca, Begini Kondisi Irjen Rusdi
Baca juga: Festival Kentongan Purwokerto Banyumas Sunmor UMP 2023: Link Pendaftaran, Syarat, Ketentuan, Hadiah
keracunan jajanan sekolah
keracunan jajanan
keracunan makanan di sekolah
anak keracunan makanan
Mejobo Kudus
sd negeri 2 mejobo
Kudus Hari Ini
keracunan maklor
jasuke
maklor
TribunBanyumas.com
Tribun Banyumas
Diduga Langgar Disiplin ASN, Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Kudus Dibebastugaskan Sementara |
![]() |
---|
Niat Jual Gudang, Pengusaha Kudus Malah Tertipu Rp2 Miliar |
![]() |
---|
Dampak Polemik Royalti, PO Haryanto Tak Lagi Putar Musik di Bus. Kru Bandel Tanggung Tagihan LMKN |
![]() |
---|
Pasar Kliwon Kudus Sepi Pembeli, Pedagang Ekspresikan Keprihatinan dengan Pawai di HUT Ke 80 RI |
![]() |
---|
Direktur Perusda Percetakan Kudus Dicopot. Proyek yang Masuk Digarap di Luar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.