Berita Jateng
Dua Pemuda Masuk ke Pekarangan Warga di Boyolali Ternyata Bukan Penculik Anak, Dibawa ke Polsek
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Silalahi menyatakan, setelah proses pemeriksaan, dua pemuda tersebut bukan bukan penculik anak.
Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI ‐ Dua orang pemuda yang masuk ke pekarangan warga di Sawit Boyolali ternyata bukan penculik anak.
Keduanya sempat dibawa warga ke Polsek Sawit Boyolali untuk diperiksa.
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Silalahi menyatakan, setelah proses pemeriksaan, dua pemuda tersebut bukan bukan penculik anak yang saat ini isunya masif.
Kedua pemuda tersebut merupakan pengamen.
Baca juga: Siswa Kelas 4 SD di Mranggen Demak Nyaris Jadi Korban Penculikan: Ditawari HP, Ambil di Mobil
Mereka dibawa ke Kantor Polsek Sawit setelah diamankan warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (4/2/2023).
"Dua pengamen tersebut diamankan lantaran masuk pekarangan rumah yang tidak berpagar.
Bersamaan itu ada salah satu warga yang terkejut melihat kedua pengamen itu, kemudian spontan berteriak," kata AKBP Petrus Silalahi.
"Kemudian warga sekitar, ke luar rumah.
Setelah itu kedua pengamen diamankan untuk dibawa ke Balai Desa Tegalrejo, Sawit dan selanjutnya dibawa ke Polsek Sawit," ujarnya kepada TribunBayumas.com melalui keterangan tertulis.
Baca juga: Polwan Polres Pekalongan Bagikan Tips Cegah Penculikan Anak, Bisa Langsung Dipraktikkan Anak
Kedua pengamen itu diketahui masing-masing berinisial AR (25) dan MS (23) yang merupakan kakak beradik.
Keduanya bertempat tinggal di Dukuh Jetis, Desa Boto, Wonosari, Klaten.
"Kedua pengamen yaitu AR (25) dan MS (23) menerangkan bahwa memang benar mengamen.
Saat diperiksa, mereka menunjukan alat musik dari tutup botol dan uang hasil ngamen recehan senilai Rp60.000 dan uang kertas senilai Rp45.000," bebernya.
Baca juga: Kapolres PurbaIingga Pastikan Isu Penculikan Anak Hoaks, Warga Bisa Kroscek ke Hotline 110
Lanjutnya, Polsek Sawit kemudian menghubungi keluarga serta melakukan koordinasi dengan Kepada Desa Boto Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten guna menjemput kedua pengamen itu.
"Dari keterangan keluarga yang menjemput kedua pengamen, AR (25) dan MS (23) memang (memiliki) aktivitas keseharian sering mengamen di daerah Sawit Boyolali," ungkapnya.
"Dan dari keterangan Kepala Desa Boto memang benar kedua pengamen tersebut warganya yang berdomisili di Desa Boto Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten," lanjutnya.
Ia pun mengapresiasi masyarakat karena telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan tidak main hakim sendiri. (*)
Baca juga: Beredar Video Percobaan Penculikan di Kroya dan Adipala Cilacap, Polisi: Itu Hoaks!
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.