Berita Banyumas

Pemilik Toko Bandung Purwokerto Dipaksa Kosongkan Lahan dan Bangunan, Buntut Sengketa dengan Adik

Pengadilan Negeri Purwokerto mengeksekusi lahan dan bangunan berupa toko di Jalan Gerilya Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Suasana eksekusi lahan dan bangunan Toko Bandung di Jalan Gerilya Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/1/2023). Sengketa lahan itu terjadi antara kakak beradik. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pengadilan Negeri Purwokerto mengeksekusi lahan dan bangunan berupa toko di Jalan Gerilya Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/1/2023).

Eksekusi berlangsung tegang. Terjadi adu pendapat antara panitera dan pemilik bangunan, Meti, yang tak mau mengosongkan tokonya.

Panitera Pengadilan Negeri Purwokerto Muhamad Khuzazi mengatakan, eksekusi berdasarkan surat penetapan Nomor: 02/Pen.Pdt. Eks/2021/PN Pwt. Jo. No. 07/Pdt.G/2011/PN Pwt tentang perintah eksekusi pengosongan.

"Untuk melaksanakan eksekusi pengosongan atas objek sengketa di Jalan Gerilya yang dikenal sebagai nama Toko Bandung," katanya.

Baca juga: Harga Pangan di Pasar Tradisional Banyumas Kini Tersaji di Sigaokmas, Pembeli Masih Boleh Menawar

Baca juga: Sambangi Warung-warung, Anggota Polsek Kalibagor Banyumas Kukut 15 Liter Tuak dan 5 Botol Anggur

Ia mengatakan, eksekusi pengosongan bangunan itu sudah berkekuatan hukum tetap.

Menurutnya, sengketa lahan dan bangunan itu sudah diproses sejak tahun 2011.

"Eksekusinya, pengosongan. Itu perkara dari tingkat pertama di Pengadilan Negeri Purwokerto, kemudian banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, kemudian kasasi dan peninjauan kembali," jelasnya.

Dalam putusan yang telah inkrah, hakim menghukum tergugat mengosongkan sehingga eksekusi bisa dilaksanakan.

Ashadi, kuasa hukum tergugat Meti, mengakui, kliennya tidak mempermasalahkan eksekusi pengosangan bangunan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Purwokerto.

Ia bersama kliennya, justru mempermasalahkan pengembalian uang yang dipakai kliennya, Meti, untuk membeli lahan itu dari pemilik sebelumnya yang bernama Hadi Suharto.

Menurut Ashadi, kliennya membeli lahan itu pada tahun 1998.

"Kami sudah tidak mempermasalahkan kepemilikan tetapi dilunasi dulu, dipenuhi hak-haknya dari bu Meti, dalam hal ini pembayaran."

"Mengenai tanah dan itu ada saksinya, ada pemiliknya sebelumnya yang masih hidup, semua pembayaran itu ada buktinya," jelasnya.

Baca juga: KPU Banyumas Lantik 993 PPS Pemilu 2024, Imam: Jaga Profesionalitas dan Integritas

Baca juga: Heboh Video Fenomena Badai Laron di Rawalo Banyumas, Pemotor Sampai Terjatuh

Ashadi menceritakan, tanah itu dibeli kliennya dengan nilai Rp230 juta dari Hadi Suharto, pemilik sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved