Berita Banyumas
Korban Percabulan di Banyumas Terpaksa Putus Sekolah, Begini Penjelasan Kepala Sekolah
Korban percabulan empat kakek dan empat pemuda yang kini hamil 3 bulan di Banyumas, putus sekolah lantaran orangtua diminta mengundurkan diri.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Korban percabulan empat kakek dan empat pemuda yang kini hamil 3 bulan di Banyumas, putus sekolah lantaran orangtua diminta mengundurkan diri.
Namun, kepala sekolah mengatakan, langkah ini diambil justru untuk melindungi korban yang saat ini duduk di bangku kelas 7 itu.
Kepala sekolah Agus Widodo mengungkapkan, pihak sekolah mengetahui kasus ini berawal saat korban bernisial AA, tiga hari tak masuk sekolah setelah libur semester.
Pihak sekolah, melalui wali kelas, mencoba mengbungi lewat telepon namun tidak direspon.
Sehingga, guru BK langsung berkunjung ke rumah korban namun tak bertemu korban dan keluarga.
"Awalnya, mengetahui siswi itu menjadi korban pemerkosaan, seusai liburan semester pada awal Januari 2023."
"Tetangga menginformasikan bahwa korban menjadi korban pelecehan seksual oleh banyak orang," ujar Agus saat ditemui Tribunbanyumas.com, Kamis (19/1/2023).
Baca juga: Pelaku Percabulan Anak 12 Tahun di Banyumas Bertambah. Polisi Tangkap Lagi 1 Tersangka, 3 Buron
Baca juga: Korban 4 Kakek Cabul di Banyumas Kini Putus Sekolah, Orangtua Diminta Buat Surat Pengunduran Diri
Pihaknya menyampaikan telah berkomunikasi dengan pendamping korban terkait masa studi ini.
"Kami sampaikan akan membangun mental anaknya dulu dan bagaimana masa depan pendidikannya. Kami juga menerima permintaan maaf dari orangtua korban karena sudah membuat malu sekolah."
"Saya sampaikan, kalau sekolah reguler tidak memungkinkan, bagaimana kalau dimutasi ke Paket B. Waktu itu, bapaknya tidak ada," ujar Agus.
Kemudian, pada siang harinya, ayah korban datang ke sekolah.
Dalam kesempatan itu, Agus kembali menyampaikan saran yang sama agar mutasi ke Paket B karena tidak memungkinkan sekolah reguler.
Menurutnya, kasus ini bakal membebani mental anak, apalagi saat bertemu teman-teman mereka di sekolah.
"Beban mental anak akan luar biasa, juga pengaruh anak lain, saya tidak bisa mengendalikan," ujarnya.
Orangtua akhirnya menyepakati usulan pihak sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ptm-smpn-3-kudus.jpg)