Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banyumas

Curhat Eks-Napiter Banyumas Ketemu Bupati Husein: Minta Dukungan Usaha Mandiri, Siap Cegah Teroris

Eks narapidana teroris (napiter) dari Banyumas berharap ada pendampingan wirausaha mandiri.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Eks napiter di Banyumas bertemu Forkopimda setempat dalam silaturahim di gedung DPRD Banyumas, Senin (19/12/2022). Mereka bersedia terlibat dalam upaya mencegah terorisme dan meminta dukungan pemerintah agar menjadi wirausaha mandiri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Eks-narapidana teroris (napiter) dari Banyumas berharap ada pendampingan wirausaha mandiri.

Mereka juga siap dilibatkan dalam sejumlah kegiatan maupun pembinaan untuk mencegah terorisme di Kota Satria.

Hal ini diungkapkan perwakilan napiter Kota Satria dalam silaturahim dengan Bupati Banyumas Achmad Husein dan Ketua DPRD Budi Setiawan di Ruang Rapat DPRD, Senin (19/12/2022). Acara ini juga dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyumas.

Dua eks napiter yang hadir adalah Kholis (40) alias Abu Juni, asal Ciberem, Sumbang, Banyumas; dan Sidiq (38), asal Kecamatan Wangon, Banyumas.

"Jujur, kami sangat membutuhkan pendampingan kewirausahaan mandiri."

"Karena mungkin, kalau melamar kerja agak sulit," kata Kholis dalam forum.

Baca juga: Gubernur Ganjar Dukung Para Istri Eks Napiter untuk Mandiri Melalui Koperasi

Baca juga: Mantan Napiter Dapat Bantuan Usaha di Hari Jadi Kota Tegal, Siap Jualan Kebab NKRI

Kholis mengakui, pemahaman yang salah membuatnya akhirnya terlibat dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Namun, dia memastikan telah keluar dari jaringan tersebut.

Keterlibatannya dalam jaringan teroris juga membuatnya divonis hukuman 4 tahun 3 bulan dalam persidangan di Jakarta, 2016 lalu.

Kholis keluar dari penjara pada 2020 atau saat awal pandemi Covid-19.

"Saya ingin bersinergi, antara kami (eks napiter) dengan Pemda bila memang ada sesuatu hal bisa saling tukar pikiran," katanya.

Senada di sampaikan Sidiq (38). Sidiq yang kini menjadi pengusaha barang grosir mengajak rekan-rekannya yang masih terlibat dalam jaringan teroris, kembali ke NKRI.

"Saya berpesan agar rekan-rekan yang masih betahan segera bertobat," katanya.

Baca juga: Peringati 9 Tahun UU Desa, Budiman Sudjatmiko Minta Masyarakat Desa di Banyumas Siap Industrialisasi

Baca juga: Tabrakan Bus vs Truk di Losari Banyumas, Tiga Orang Dilarikan ke Puskesmas

Sementara, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, sangat penting adanya forum atau sarana bertukar pikiran untuk mencegah aksi terorisme.

"NKRI itu dengan berasaskan Pancasila, kalau saya amati, hidup di indonesia sangat nyaman dan nikmat."

"Dari sisi geografis dan suasana alamnya, dari segi pemerintahan juga sangat demokratis."

"Saya, dari desa terpencil bisa jadi bupati. Artinya, siapa saja bisa jadi bupati," imbuhnya.

Itu sebabnya, Husein mengatakan, semua warga berhak menjadi apapun di negara ini, termasuk eks napiter.

Husein pun mendukung upaya eks napiter di Kota Satria yang ingin mandiri dari sisi ekonomi.

Menurutnya, Pemkab Banyumas bakal memfasilitasi hal ini. (*)

Baca juga: Datangi Kos-kosan dan Lakukan Tes Urine, BNN Kota Tegal Temukan Pengguna Obat Keras Tanpa Resep

Baca juga: Prediksi Liga 1 PSIS vs PSM Hari Ini: Mahesa Jenar Tak Diunggulkan meski Menang Head to Head

Baca juga: Tim SAR Temukan Lagi Satu Jenazah Korban Gempa Cianjur, Lima Korban Masih Hilang

Baca juga: Ucapkan Selamat kepada Argentina, Pele: Maradona Pasti Tersenyum Menyaksikan Kemenangan Ini

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved