Selasa, 9 Juni 2026

Berita Demak

Jembatan Apung Setro Waru Diresmikan, Warga Demak-Kudus Kini Bisa Pangkas Jarak 15 Km

Jembatan apung penghubung Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak, Setro Waru, diresmikan Camat Karanganyar, Demak, Sugianto, Senin (12/12/2022).

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Rezanda Akbar D
Warga melintasi di jembatan apung Setro Waru, penghubung Demak dan Kudus di Kecamatan Karanganyar, Demak, Senin (12/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Jembatan apung penghubung Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak, Setro Waru, diresmikan Camat Karanganyar, Demak, Sugianto, Senin (12/12/2022).

Nama jembatan tersebut diambil dari penggabungan Desa Setro Kalangan dan Desa Kedungwaru.

Sebelumnya, jembatan di atas Kali Wulan tersebut berupa jembatan sasak dari bambu dan kayu sepanjang 40 meter.

Jembatan itu, dulunya, hanya bisa dilewawti sepeda motor dan pejalan kaki saat musim kemarau.

Meski sederhana, jembatan sasak Kali Wulan menjadi jalur alternatif yang diminati masyarakat Karanganyar Demak agar bisa sampai di Kabupaten Kudus secara cepat.

Baca juga: Jembatan Apung Sungai Wulan Penghubung Demak-Kudus Dibuka 5 Desember, Gratis untuk Pelajar

Baca juga: Menantang Maut! Pemotor di Demak Harus Lewat Jembatan Bambu Demi Perpendek Jarak Tempuh 20 Km

Keberadaan jembatan tersebut bisa memangkas jarak tempuh hingga 15 kilometer dibandingkan jalur umum.

Namun, jembatan sasak ini sering hanyut saat musim penghujan karena Kali Wulan banjir. Bahkan, pada bulan Agustus lalu, tercatat empat kali hanyut.

Kini, didanai investor dari Brebes, jembatan tersebut diubah menjadi jembatan apung yang bertahan saat Kali Wulan banjir.

Jembatan yang masih terbuat dari bambu itu dilengkapi pagar pembatas di kanan dan kiri, dicat warna-warni, serta dilengkapi lampu penerang.

Pembangunan jembatan memakan biaya Rp500 juta.

Jembatan tersebut, pada bagian bawah kontruksi, ditopang drum berwarna biru, yang berfungsi membuat jembatan terus mengapung.

Panjang jembatan sekitar 70 meter dengan lebar 2,5 meter.

Usai peresmian, warga terlihat senang ketika menjajal jembatan penghubung Kota Kretek dan Kota Wali itu.

Tak sedikit pula yang mengabadikan dengan berswafoto di tengah Jembatan Setro Waru.

Bahkan, anak-anak kecil terlihat menari-nari dan berlarian dari ujung satu jembatan ke ujung lain dengan tertawa gembira.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved