Berita Kesehatan
Segera Booster! Penyebaran Kasus Covid-19 Subvarian Omicron XBB Naik Ekstrem
Penyebaran kasus Covid-19 yang disebabkan karena subvarian Omicron XBB semakin mengkhawatirkan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Penyebaran kasus Covid-19 yang disebabkan karena subvarian Omicron XBB semakin mengkhawatirkan.
Angka yang ditampilkan dalam website tanggap Covid-19 DKI Jakarta (corona.jakarta.go.id) menyebutkan kasus aktif Covid-19 di ibu kota saat ini berada di angka 10.053 orang.
Dari jumlah itu, 9.406 orang menjalani isolasi mandiri dan 647 pasien dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.
Baca juga: Gejala Covid-19 Kini Menyerupai Flu, Infeksi pada Orang yang Telah Menerima Vaksin Lebih Singkat
Kemudian, sebanyak 15.639 orang dilaporkan meninggal dunia dan 1.425.428 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.
Menanggapi kondisi ini, ahli epidemi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebutkan bahwa kasus Covid-19 saat ini mulai mengkhawatirkan.
Dicky mengatakan hal tersebut disebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang cukup ekstrem sejak beberapa hari terakhir.
"Situasi mengkhawatirkan ya. Ini dampak dari penyebaran subvarian Omicron XBB yang sebenarnya bergantung dari modal imunitas," kata Dicky kepada Kompas.com, Kamis (3/11/2022).
Baca juga: Apakah Vaksin Covid 19 Dilakukan Rutin Setiap Tahun? Begini Penjelasannya Menurut Ahli
Dicky selanjutnya mengatakan bahwa agar terlindung dari penularan subvarian Omicron XBB, sedianya masyarakat sudah harus mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster.
Permasalahannya saat ini masih banyak masyarakat yang belum memperoleh vaksin booster. Kalaupun masyarakat sudah ada yang memperoleh vaksin booster, masa penyuntikannya telah lewat dari 6 bulan.
Hal itu mengakibatkan berkurangnya kemampuan vaksin booster membentuk imunitas sehingga potensi penularan kembali terjadi.
Menurut Dicky, pemerintah pusat dan daerah terlihat lalai dalam menjaga masa transisi saat ini sehingga kasus Covid-19 kembali melonjak. Selain terlihat dari lonjakan kasus, hal itu terlihat pula dari peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam sepekan terakhir.
Karena itu pemerintah harus mengebut vaksinasi booster untuk menghadapi subvarian Omicron XBB.
"Dan pemerintah harus bisa menjamin bahwa perilaku atau upaya kegiatan di masa transisi ini tidak menimbulkan mudahnya terjadi penyebaran. Ini bicara seberapa disiplin protokol kesehatan, vaksinasi, pengaturan kapasitas, kombinasi WFH dan WFO," ujar Dicky.
"Selain itu kemampuan saranan layanan kesehatan dalam mendeteksi kasus juga perlu ditingkatkan mengingat angka kematian yang tengah meningkat," tutur dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Epidemiolog: Kasus Covid-19 Mulai Mengkhawatirkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/vaksinasi.jpg)