Rabu, 13 Mei 2026

Berita Pati

Hina Program Koin NU, Kepala Dusun di Pati Minta Maaf Usai Dimediasi, Nyaris Dilaporkan Polisi!

Kepala Dusun atau Kadus di Pati, Jawa Tengah, menghina program Koin NU. Yang bersangkutan telah meminta maaf dengan di mediasi di kantor desa.

Tayang:
dok Ansor Pati
Seorang kepala dusun di Pati, Jawa Tengah, hina program Koin NU di media sosial. Kasus ini diselesaikan melalui mediasi di kantor desa setempat, Sabtu (29/10/2022). 

Kadus Botok Suharto juga menulis permintaan maaf dalam surat pernyataan bermaterai. 

Dia mengungkapkan permohonan maaf secara tertulis kepada Lazisnu, MWC NU Winong, beserta seluruh Banom (GP Ansor, Muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU-IPPNU).

Permintaan maaf juga ditujukan kepada seluruh warga NU karena unggahannya di FB yang menyinggung perasaan banyak pihak.

Baca juga: Bertemu Pemkab dan DPRD, Anggota BPD se-Pati Minta Kenaikan Tunjangan Jadi Rp4 Juta Per Tahun

Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Mediasi dan penulisan surat pernyataan tersebut disaksikan oleh pihak kepolisian yang diwakili Bhabinkamtibmas dan TNI yang diwakili Babinsa.

Ketua GP Ansor Winong, Sabar Halim menyebut, tindakan Suharto memang patut menjadi perhatian semua pihak. 

Menurutnya, hal ini mesti jadi pembelajaran bahwa apa pun yang disampaikan di media sosial harus memperhatikan norma, tidak menghina, tidak memuat ujaran kebencian, atau bahkan memfitnah. 

"Bisa saja persoalan ini diselesaikan di kepolisian.

Tetapi, karena sudah dapat diselesaikan secara ber-rembuk, maka tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Namun, kalau nanti terulang lagi, maka mau tidak mau harus ditempuh jalur hukum," kata dia.

Baca juga: Asyik Nongkrong di Waduk Seloromo Gembong saat Jam Sekolah, 5 Pelajar SMK Dikukut Satpol PP Pati

Sabar menjelaskan, Koin NU sendiri merupakan sarana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Lembaga Amil Zakat dan Infaq NU (Lazisnu).

Program Koin NU diluncurkan di Pati pada 2019. 

Dana Koin NU dihimpun melalui kaleng yang didistribusikan ke rumah-rumah warga NU dan tempat-tempat strategis, misalnya warung. 

Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menyatakan, Koin NU merupakan salah satu bentuk kemandirian Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU). 

Adapun penyaluran hasil Koin NU mengedepankan empat pilar, yakni sosial, pendidikan, kesehatan, dan bencana alam.

Selain itu, dana yang dihimpun melalui Koin NU juga dapat disalurkan melalui program ekonomi, antara lain pengembangan usaha. (*)

Baca juga: Banjir Pati, Ratusan Rumah Terendam, 6 Kecamatan Terdampak, Warga: Terparah!

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved