Berita Semarang

Waspada! 6 Warga Semarang Tewas Terserang Leptospirosis, DKK Minta Selalu Pakai Alas Kaki dan Tangan

Enam warga Kota Semarang meninggal dunia karena leptospirosis. Penyakit yang disebabkan bakteri leptospira ini dapat ditularkan oleh tikus.

Editor: rika irawati
SHUTTERSHOCK/Carlos Aranguiz via Kompas.com
Ilustrasi tikus. Tikus menjadi satu di antara hewan pembawa bakteri leptospira yang dapat mengakibatkan kematian manusia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Enam warga Kota Semarang meninggal dunia karena leptospirosis.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Nur Dian Rakhmawati, pun mengimbau warga beraktivitas menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika berkegiatan, terutama alas kaki dan sarung tangan.

"Kalau beraktivitas, kami minta warga menggunakan APD seperti alas tangan dan alas kaki," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (26/10/2022).

Baca juga: Dua Bulan Pembunuh Pegawai Bapenda Semarang Belum Tertangkap, Ini Harapan Anak Iwan Budi

Baca juga: Modal Laptop, Warga Semarang Buat STNK Palsu Beromzet Ratusan Juta. Ditangkap di Manahan Solo

Selain itu, dia juga meminta agar makanan yang akan dikonsumsi juga dipastikan kebersihannya dan diletakkan di tempat yang aman dari hewan yang menyebabkan leptospirosis.

"Simpan makanan dan minuman dengan baik dan lindungi luka dengan penutup luka," imbuhnya.

Dia menjelaskan, sampai hari ini, sudah ada 22 kasus leptospirosis di Kota Semarang.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan bakteri leptospira interrogans.

"Bisa disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi, semisal tikus, anjing, dan babi," ujarnya.

Baca juga: Winger Lincah PSIS Semarang asal Medan Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Baca juga: Duh, Masuk Musim Hujan, Banyak Besi Penutup Saluran Air di Gajahmungkur Kota Semarang Hilang Dicuri

Untuk itu, dia meminta agar warga Kota Semarang melindungi luka sekecil apapun.

Menurutnya, bakteri leptospira bisa terkontaminasi melalui luka tersebut.

"Jadi, memang harus waspada. Kuncinya di kebersihan," paparnya.

Berdasarkan identifikasi sebelumnya, orang yang terkena bakteri leptospira biasanya mempunyai gejala, seperti sakit kepala, nyeri otot betis, muntah, diare, ruam, mata memerah.

"Biasanya, area putih mata juga menguning," paparnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 22 Kasus dan 6 Warga Semarang Meninggal karena Leptospirosis, Pemkot Semarang Minta Warga Menggunakan APD".

Baca juga: KPU Butuh Maung Pindad hingga Helikopter untuk Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Baca juga: Hasil Sementara Perolehan Suara Pilkades Serentak Sragen: Lima Petahana Tumbang

Baca juga: Bertemu Ahli Visual Effect Hollywood dari Semarang, Ganjar: Pemuda Harus Berkontribusi untuk Negara

Baca juga: 86 Calon Jemaah Umrah Blora Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Sudah 10 Hari Transit di Hotel Jakarta

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved