Tragedi Kerusuhan di Kanjuruhan

Suporter Solo Raya Minta Empat Pihak Ini Bertanggung Jawa Penuh Atas Tragedi Kanjuruhan

Ribuan massa dari kelompok suporter di Solo Raya berkumpul menggelar aksi solidaritas atas tragedi maut di Stadion Kanjuruhan Malang.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Ribuan massa dari kelompok suporter di Solo Raya menggelar aksi solidaritas atas tragedi Kanjuruhan Malang, di Plaza Manahan Solo, Minggu (2/10/2022). Mereka juga menyampaikan empat tuntutan agar para PSSI, panpel pertandingan, hingga Kapolda Jawa Timur, dan Kapolres Malang, bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan 129 orang itu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Ribuan massa dari kelompok suporter di Solo Raya berkumpul menggelar aksi solidaritas atas tragedi maut di Stadion Kanjuruhan Malang.

Aksi tersebut digelar di Plaza Manahan Solo, Minggu (2/10/2022) malam.

Sebagai bentuk rasa duka, mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam.

Anthem Satu Jiwa dan Youre Never Walk Alone (YNWA) menggema dinyanyikan bersama sebagai bentuk empati terhadap suporter yang menjadi korban atas kejadian tersebut.

"Ini adalah aksi solidaritas dari elemen suporter di Solo Raya. Wujud kepedulian sesama suporter," ungkap Topan, perwakilan suporter Surakartans.

Baca juga: Suporter Persis Solo Surakartans Gelar Doa Bersama di Manahan, Nyatakan Duka Cita Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Laga PSIS Semarang vs Bhayangkara FC Ditunda Akibat Tragedi Kanjuruhan, Liluk: Kami Sangat Mendukung

Selain mengungkapkan rasa duka, mereka juga menyoroti penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan karena alasan menghalau massa yang turun ke lapangan.

Padahal, penggunaan gas air mata di dalam stadion sudah dilarang FIFA.

Mereka juga menuntut operator liga, dalam hal ini PT LIB, membenahi sistem yang ada.

Berikut empat tuntutan yang disampaikan suporter di Solo Raya dalam aksi tersebut:

  1. Dirut PT LIB harus bertanggungjawab penuh.
  2. Panpel Arema FC harus bertanggung jawab penuh karena mencetak tiket melebihi kapasitas stadion.
  3. Kapolres Malang sama Kapolda Jawa Timur harus bertanggungjawab, kalau bisa sosok ini harus mengundurkan diri dari jabatannya.
  4. Ketua PSSI harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.

"Seharusnya, kejadian kemarin bisa memberikan efek terhadap persepakbolaan di Tanah Air. Seluruhnya harus dirombak, harus mencontoh liga-liga yang ada di luar sana," imbuh Topan.

Baca juga: Presiden FIFA soal Kerusuhan di Kanjuruhan: Sebuah Tragedi yang Tak Terbayangkan

Baca juga: Media Asing Soroti Jumlah Korban yang Banyak dalam Tragedi Kerusuhan di Kanjuruhan

Dia mengatakan, bukan rahasia lagi penyelenggaraan liga Indonesia, mulai dari liga 3, 2, dan 1, dinilai carut marut.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 129 orang tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan yang terjadi usai pertandingan Arema vs Persebaya itu dipicu kekecewaan suporter atas kekalahan Arema dengan skor 2-3 di kandang. (*)

Baca juga: Remaja Asal Kesugihan Kidul Hilang di Pantai Sodong Cilacap, Terseret Arus saat Bermain Air

Baca juga: Laga PSIS Semarang vs Bhayangkara FC Ditunda Akibat Tragedi Kanjuruhan, Liluk: Kami Sangat Mendukung

Baca juga: Kenang Sosok Almarhum KH Muhammad Dian Nafi, Ganjar: Ceramahnya Membuat Orang Tenang

Baca juga: Siap Kick Off, Pemain Persibas Banyumas Pulang Lagi Usai Dapat Kabar Laga vs PSIW Wonosobo Ditunda

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved