Pemilu 2024

Profil Ketua KPU Banyumas Imam Arif Setiadi: dari Kampus, Kesenian, hingga Dunia Politik

Mengenal lebih dekat Ketua KPU Banyumas Imam Arif Setiadi, akademisi dan budayawan yang tertarik dunia politik.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAM MASITOH
Ketua KPU Banyumas Imam Arif Setiadi saat ditemui di kantornya, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang telah bergulir membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas makin sibuk.

Mereka ingin memastikan, pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar dan sukses.

Dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, KPU Banyumas bekerja di bawah pimpinan Imam Arif Setiadi.

Di Banyumas, Imam dikenal sebagai akademisi dan penggerak kebudayaan daerah.

Lantas, bagaimana dia tertarik dan terjun ke dunia politik?

Pria kelahiran Banyumas, 10 Juli 1980, itu menceritakan, masa kecil hingga kini berkarier profesi, dihabiskan di Kota Satria.

Imam merupakan lulusan MI Islamaiyah Banteran dan SMP Negeri 2 Sumbang.

Baca juga: Kesal Namanya Dicatut sebagai Anggota Parpol, CPNS Kota Semarang Klarifikasi ke KPU Banyumas

Baca juga: Tahapan Pemilu 2024 Resmi Dimulai, KPU Banyumas Minta Parpol Bersiap Ikuti Verifikasi

Dari jenjang menengah pertama, Imam memilih melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 1 Purwokerto karena ingin segera mendapat pekerjaan.

Di jenjang ini, Imam mengambil jurusan Akuntansi.

"Saya bersungguh-sungguh saat sekolah hingga punya sertifikat keterampilan mengetik, keterampilan komputer, dan keterampilan akuntan," tuturnya.

Namun berjalannya waktu, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.

Kemudian, dia mengambil jenjang S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto atau yang kini beralih status menjadi UIN Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto.

Masuk kuliah tahun 1998, Imam yang mengambil jurusan Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah, menyelesaikan studi tahun 2022 dengan menyandang predikat lulusan terbaik.

Saat menjadi mahasiswa, ia memiliki motivasi kuat menjadi aktivis kampus berintelektual yang tidak melupakan akademisnya.

"Saya senang baca novel, senang berdiskusi, nongkrong, yang ternyata, itu semua menunjang akademik saya," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved