Berita Pendidikan

Hore, Tes Masuk PTN Jalur SBMPTN Tak Lagi Berbasis Mata Pelajaran. Berlaku Mulai Tahun Depan

Mulai tahun depan, masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jalur SBMPTN tak lagi menggunakan tes mata pelajaran namun materi logika dan daya nalar.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI. Suasana pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) Tahun 2022 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Laboratorium Terpadu Fakultas Biologi, Selasa (17/5/2022). Mulai tahun depan, ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jalur SBMPTN tidak lagi menggunakan tes mata pelajaran namun tes terkait logika dan daya nalar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Mulai tahun depan, masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN) tak lagi menggunakan tes mata pelajaran.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dalam konferensi Pers "Merdeka Belajar episode 2022: Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri" secara daring, Rabu (7/9/2022).

"Siswa atau calon mahasiswa, tidak akan lagi tes mata pelajaran saat seleksi SBMPTN," kata Nadiem.

Nadiem berharap, informasi ini bisa menjadi kabar gembira bagi calon mahasiswa yang ingin mengambil seleksi jalur tes SBMPTN di tahun mendatang.

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Joki Ujian SBMPTN Surabaya, Patok Harga Mulai Rp 100 Juta

Baca juga: 67 Difabel Lolos SBMPTN 2022, Ketua LTMPT: Persaingan Lebih Ketat Dibandingkan Peserta Umum

Saat ikut jalur SBMPTN, kata dia, hanya ada tes skolastik yang mengukur empat hal.

Yakni, kemampuan bernalar peserta, kemampuan potensi kognitif atau logika, penalaran Matematika, literasi dalam Bahasa Indonesia, dan literasi dalam Bahasa Inggris.

Tes skolastik tersebut tidak berhubungan dengan penghafalan materi.

Namun, hanya berhubungan dengan kemampuan penalaran dan problem solving.

Terkait tes literasi, sebut dia, dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan gramatika tetapi literasi secara mendalam.

Selain itu, dapat menganalisa terkait apa yang dimaksud di dalam bacaan tersebut.

"Benar-benar literasi mendalam, bukan yang mengetes bahasa secara cetek. Tetapi, logika dan pengertian seluruh bacaan," ungkap Nadiem.

Dengan demikian, skema seleksi ini akan jauh lebih adil dan memberikan kesempatan sukses bagi semua calon mahasiswa yang ikut jalur SBMPTN.

Nadiem mengatakan, ketika pelaksanaan SBMPTN tidak lagi menggunakan tes mata pelajaran maka tidak lagi bergantung pada lembaga bimbingan pelajaran (bimbel) untuk persiapan tes SBMPTN.

"Lalu, tidak perlu juga khawatir untuk menghafal begitu banyak konten untuk bisa mengikuti tes seleksi," ungkap dia.

Baca juga: Mengaku Tunanetra Padahal Tidak, Dua Peserta UTBK SBMPTN Undip Semarang Didiskualifikasi

Baca juga: Kisah Riko, Penyandang Disabilitas Celebral Palsy Tetap Semangat Ikut UTBK SBMPTN di Unnes

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved