Penganiayaan Santri Gontor

Santri Pondok Gontor Tewas Diduga Dianiaya Senior, Polisi Periksa Tujuh Saksi

Santri Pondok Modern Darusalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, berinisial AM (17), meninggal dunia diduga dianiaya saat di pondok.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Warga melintas di gerbang pintu masuk Pondok Gontor 1 yang berada di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pondok Gontor disorot setelah terungkap kasus santri tewas dianiaya senior. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PONOROGO - Santri Pondok Modern Darusalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, berinisial AM (17), meninggal dunia diduga dianiaya saat di pondok.

Kasus ini terungkap setelah orangtua santri, Soimah, mengadu ke pengacara Hotman Paris Hutapea.

Aduan ini diunggah Hotman di akun Instagram pribadinya di @hotmanparisofficial pada 4 September 2022.

Kepada Hotman, Soimah mengaku menerima kabar buah hati meninggal pada 22 Agustus 2022.

Jenazah AM tiba di rumah duka di Palembang, Sumatera Selatan, pada 23 Agustus 2022 siang.

Menurut Soimah, saat itu, perwakilan Pondok Gontor yang menemui pihak keluarga mengatakan, AM meninggal karena kelelahan saat berkemah.

"Namun, setelah didesak, pihak dari yang mengantar jenazah akhirnya mengakui bahwa anak saya meninggal akibat terjadi kekerasan," ucap Soimah.

Soimah mengatakan, anaknya tercatat sebagai santri di Pondok Gontor 1.

Baca juga: Siswa MTs Alami Pendarahan Dalam, Ngakunya Dianiaya Kakak Kelas, Ortu Korban Tuntut Keadilan

Baca juga: Begini Kesan Santri, Jadi Petugas Pengibar Bendera di Upacara Pertama HUT RI di Ponpes Ngruki

Awalnya, Soimah dan keluarga memilih tidak melanjutkan ke ranah hukum dengan berbagai pertimbangan.

Mereka pun meminta bisa bertemu pimpinan Gontor untuk meminta penjelasan lengkap terkait tewasnya AM.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved