BBPOM Semarang

13,07 Persen Makanan di Jawa Tengah Mengandung Bahan Berbahaya, Dijual di Pasar Tradisional

Di Jawa Tengah masih terdapat 13,07 persen makanan yang mengandung bahan berbahaya dijual di pasar tradisional.

Penulis: faisal affan | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Petugas Dinkes Kota Tegal menunjukkan makanan berbahaya yang dijual di Pasar Tradisional berupa ikan cumi yang mengandung formalin yang ditemukan di Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (4/5/2021). 

"Ini nanti pendampingan dari Dinas Kesehatan setempat.

Ada 50 kader yang akan kami rekrut di 26 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Konsumennya juga akan kami edukasi," jelasnya.

Baca juga: Video Loka POM Banyumas Temukan Teri Formalin di Pasar Manis Purwokerto

Sementara, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, banyaknya makanan berbahaya yang beredar di pasaran, akibat kebiasaan atau budaya pedagang yang sudah melekat dari dulu.

"Contohnya bakso.

Kalau tidak dikasih boraks nanti rasa dan teksturnya beda.

Kalau tanpa boraks harus banyak dagingnya.

Alhasil keuntungan yang didapat tipis.

Sama seperti kerupuk karak.

Itu kan dibuat dari gendar yang dicampur boraks.

Misal tanpa boraks hasilnya ketika digoreng beda," terangnya.

Baca juga: Loka POM Banyumas Temukan Teri Formalin, Hasil Sampel di Pasar Manis Purwokerto

Sumarno melanjutkan, perlu adanya edukasi kepada masyarakat sebagai konsumen supaya paham terhadap makanan mengandung zat berbahaya.

Pasalnya, makanan tersebut tidak memberikan efek negatif terhadap kesehatan secara langsung.

"Baru terasa nanti kalau sudah usia 50 ke atas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved