Berita Purbalingga

Sempat Pingsan, Pendaki Gunung Slamet Meninggal saat Muncak via Bambangan Purbalingga

Hardiat Hidayatuloh (53), pendaki Gunung Slamet, meninggal saat perjalanan dari Pos 7 menuju Pos 8, Sabtu (18/6/2022).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS BASARNAS POS SAR CILACAP
ILUSTRASI. Tim SAR berkoordinasi untuk menyelamatkan pendaki Gunung Slamet yang mengalami kecelakaan di jalur pendakian Bambangan, Kecamatan Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Minggu (13/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Hardiat Hidayatuloh (53), pendaki Gunung Slamet, meninggal saat perjalanan dari Pos 7 menuju Pos 8, Sabtu (18/6/2022).

Pendaki asal Cimahi, Jawa Barat, itu diduga mengalami gagal jantung.

Sebelum meninggal, Hardiat dilaporkan sempat pingsan hingga mengalami kondisi kritis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Umar Fauzi mengatakan, Hardiat mendaki Gunung Slamet via basecamp Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga, Jawa Tengah.

Dia mendaki bersama dua rekannya dan satu porter pada Sabtu (18/6/2022) pukul 03.00 WIB.

"Saat sedang menuju Pos 8, survivor mendadak pingsan dan kritis pada pukul 09.00 WIB," katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Baca juga: 3 Hari Tak Terungkap, Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Serayu Purbalingga Dimakamkan

Baca juga: Terjaring Operasi Patuh Candi Purbalingga, Sejumlah Pelajar di Bawah Umur Ikuti Terapi Keselamatan

Baca juga: Nikmatnya Tahu Gecot Pak Sis Purbalingga: Tersedia Pilihan Porsi dan Tingkat Kepedasan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Purbalingga Hari Ini, Senin 20 Juni 2022: Siang Berawan, Suhu 30 Derajat Celcius

Setelah mendapat laporan, basecamp Bambangan langsung memberangkatkan satu tim evaskuasi pada pukul 11.00 WIB disusul Tim SAR Gabungan pada pukul 12.00 WIB.

"Pada saat Tim SAR sampai di lokasi, anggota sempat memberika napas buatan namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 13.40 WIB," ujar Umar.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Karangreja untuk diperiksa dokter dan tim Inafis.

"Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Karangreja dan Tim Inafis, survivor mengalami gagal jantung," terang Umar.

Jenazah korban saat ini dibawa ke RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga untuk disucikan sebelum diserahkan ke pihak keluarga di Cimahi, Jawa Barat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Gagal Jantung, Seorang Pendaki Meninggal di Gunung Slamet".

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 20 Juni 2022: Rp 1.034.000 Per Gram

Baca juga: Ada Wacana Dihapus, Tenaga Honorer Jateng Galang Dukungan Minta Kebijakan Pendamping

Baca juga: Sampaikan Pesan Kepada Ribuan Relawan Plat K untuk Tahun Politik, Jokowi: Jangan Grusa-Grusu

Baca juga: Pertamina Hentikan Sementara Pasokan Pertalite ke SPBU Matahari Kudus, Imbas Layani Pembeli Jeriken

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved