Berita jateng

Seorang Pengungsi Banjir di Pekalongan Minta 'Chicken' ke Gubernur Jateng, Ini Respons Ganjar!

Meski sedang susah karena harus mengungsi, namun Muzaenah bersama warga lain nampak bungah dengan kedatangan Ganjar.

IST
berita jateng 29052022_834 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Nur Muzaenah,60 nampak sumringah. Ia begitu antusias menyambut kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke tempat pengungsiannya. Meski sedang susah karena harus mengungsi, namun Muzaenah bersama warga lain nampak bungah dengan kedatangan Ganjar.

Ganjar memang mengunjungi Pekalongan untuk mengecek penanganan banjir rob di daerah itu. Dua lokasi didatangi Ganjar, yakni pengungsian di Masjid Khusnul Khuluq dan pengungsian di gedung PMI Pekalongan.

Baca juga: Instruksi Ganjar ke Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto: Sebar Nomor WA ke Masyarakat!

berita jateng 29052022_835
berita jateng 29052022_835 (IST)

Baca juga: Ganjar Sempat Terkejut Dengar Kabar Duka Mantan Ketua PBNU KH Abbas Muin Banyumas

Di gedung PMI itulah Ganjar bertemu Muzaenah. Tak seperti pengungsi lain, Muzaenah nampak berani ngobrol dengan Ganjar. Ia bercerita tentang banjir rob yang terjadi dan kondisi pengungsi di tempat itu.

"Pengungsian nyaman pak, cuman bosen makan sama tempe dan telur terus. Nanti kolesterol tinggi pak. Pengen makan chiken pak, itu lho ayam goreng yang ditepungi," kata Muzaenah disambut tepuk tangan para pengungsi lain.

Baca juga: Perumahan Berbasis Komunitas, Mahmudi Cilacap Berterimakasih ke Ganjar Dapat Rumah Layak

Ganjar hanya tertawa mendengar itu. Ia pun langsung memberikan uang pada anggota PMI untuk dibelikan chicken yang diminta pengungsi. "Yawis nanti dibelikan ya, sama buah mau tidak? Biar sehat makan buah ya," ucap Ganjar.

Di dua pengungsian itu, Ganjar menghibur pengungsi dengan guyonan khasnya. Ia meminta agar pengungsi sabar karena penanganan banjir rob sedang dilakukan. Saat menjenguk pengungsi di Masjid, Ganjar menemukan ada pengungsi yang sakit akibat jatuh. Ia pun langsung meminta dibawa ke rumah sakit.

"Langsung ditangani mas, dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Biar segera pulih," katanya.

Tanggul Jebol Sudah Ditangani

Ganjar mengatakan, sebenarnya Semarang dan Pekalongan ini mirip. Banjir rob diakibatkan karena adanya tanggul yang jebol.

"Tapi tadi Pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa tanggul jebol sudah tertutup. Sekarang tinggal proses pemompaan. Mungkin yang kita bantu adalah percepatan proses pemompaan agar cepat surut. Kalau kita lihat data dari BMKG sekarang sudah tidak setinggi seperti pada hari Senin," kata Ganjar.

Baca juga: Sejumlah Bagian Bangunan Puskesmas Jeruklegi Cilacap Rusak, Ganjar Langsung Cari Kontraktornya!

Sama seperti Semarang, Ganjar juga meminta pemerintah Kota Pekalongan melakukan patroli pada bagian-bagian tanggul yang potensial jebol. Jika ditemukan, maka segera diambil tindakan.

"Hitung-hitungannya kemarin pada saat saya melihat data dari BMKG, itu nanti ada di bulan Juni hingga Juli. Maka kita harus waspada dan mengantisipasi," tegasnya.

Baca juga: Ikut Lapak Ganjar, Galeri Sani Pottery Borobudur Magelang Rasakan Peningkatan Kunjungan

Untuk kondisi pengungsi, Ganjar mengatakan semua dalam kondisi sehat dan bisa dihandle. Logistik masih tercukupi dan bantuan dari masyarakat juga banyak.

"Kondisi pengungsi alhamdullilah sehat-sehat. Makanannya cukup berlimpah. Hanya saja tadi ada ibu-ibu karena ini mengungsinya di masjid jadi agak licin tadi kepleset. Sudah dibereskan oleh kawan-kawan BPBD, SAR, itu ada dokternya langsung datang cepat juga sehingga penanganan responsifnya jalan," pungkasnya.(*)

Baca juga: Selesai Dibangun, Tembok Puskesmas Jeruklegi Cilacap Retak. Ganjar: Kalau Saya Tidak Mau Terima

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved