Berita Pati
Pemdes Dukuhseti Pati Caplok Lahan SDN 02, Konon untuk Tempat Parkir Balai Desa
Sejumlah wali murid dan anggota Komite SD Negeri Dukuhseti 02, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, melakukan aksi protes, Selasa (17/5/2022).
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Sejumlah wali murid dan anggota Komite SD Negeri Dukuhseti 02, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, melakukan aksi protes, Selasa (17/5/2022).
Mereka mengecam perluasan balai desa yang memakan lahan sekolah.
Aksi ini dilakukan di lingkungan sekolah, di dekat proyek dikerjakan.
Di gerbang sekolah, mereka memasang karton putih bertuliskan tuntutan agar lahan sekolah yang sudah dipondasi untuk keperluan perluasan balai desa, dikembalikan fungsinya sebagai fasilitas sekolah.
Ada pula tuntutan untuk menyelesaikan status tanah SD yang saat ini masih jadi sengketa.
"Lindungi hak pendidikan dan prestasi anak-anak kami. #WaliMuridMelawan #AnakButuhFasilitas," bunyi satu di antara poster yang dipasang.
Di tengah lapangan sekolah, terdapat spanduk besar bertuliskan "Mosok Prestasi Diijoli Lahan Parkir? (Masa prestasi ditukar dengan lahan parkir)".
Informasi yang beredar, lahan di halaman sekolah yang terkena proyek tersebut seluas 7,10 x 20 meter.
Rencananya, lahan tersebut hendak dijadikan lahan parkir sepeda motor balai desa.
Baca juga: Sedang Kencing, Pemuda Rembang Tenggelam di Sungai Juwana Pati, 4 Hari Belum Ditemukan
Baca juga: Wanita Pati Tarik Jaket Maling Perhiasan yang Nyamar Petugas Bansos, Selanjutnya Ini yang Terjadi
Baca juga: Suporter Persipa Pati Ancam Demo, Buntut Tidak Layaknya Stadion Joyokusuma Menggelar Liga 2
Baca juga: Wanita asal Pati Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Ditinggal Suami Merantau ke Papua
Di sekeliling area tanah tersebut telah dibangun batas berupa pondasi.
Ketua Komite SDN Dukuhseti 02 Yong Sumarsono mengatakan, pembuatan pondasi di lahan halaman tersebut telah mengganggu kegiatan di sekolah.
"Kegiatan di SD sangat terganggu karena lokasi itu sangat kami butuhkan, lapangan tidak cukup, bahkan di situ ada lokasi olahraga lompat tinggi juga," kata dia.
Menurut Yong, berkurangnya area halaman yang juga digunakan sebagai lapangan SD membuat kegiatan olahraga jadi terganggu.
Selain untuk lompat tinggi, pembangunan tersebut juga menganggu olahraga sepak takraw yang selama ini menjadi andalan dan membuahkan banyak prestasi siswa.
Yong mengatakan, upaya penyelesaian sengketa lahan sekolah dan pihak desa ini sebenarnya telah dilakukan dengan fasilitator dari pemerintah kabupaten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/wali-murid-dan-komite-sd-dukuhseti-pati-protes-pencaplokan-lahan-sekolah-oleh-desa.jpg)