Berita Pekalongan
Viral! Cinta Ditolak, Pemuda Pekalongan Nekat Hendak Bakar Rumah Pujaan Hati
Seorang pemuda warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah, nekat hendak membakar rumah wanita pujaan hatinya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Seorang pemuda warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah, nekat hendak membakar rumah wanita pujaan hatinya.
Hal itu dilakukan karena merasa kesal cintanya ditolak.
Beruntung, api belum sempat membara, warga mengetahui aksi pemuda tersebut.
Bahkan, video pemuda yang akan diduga membakar rumah tersebut viral di media sosial.
Seperti yang di-posting di akun Instagram @beritapekalongan1, dengan caption 'diduga gara-gara cintanya ditolak oleh wanita yang disukainya, pria ini nekat datangi rumah dan berniat membakarnya di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan'.
Baca juga: Pemotor Wanita Berdaster Masuk Tol Pekalongan, Melewati Petugas Gerbang Tol dengan Buntuti Mobil
Pantauan Tribun, lokasi rumah yang hendak dibakar itu berlokasi di RT 008 RW 003, Desa Tegaldowo, Tirto, Kota Pekalongan.
Atas kejadian tersebut, Kapolsek Tirto AKP Darwoto mengecek langsung lokasi rumah yang hendak dibakar oleh pemuda tersebut.
Diketahui, pemuda yang akan membakar rumah itu bernama Muhammad Mu'arif (25), warga Krapyak Kidul, Kecamatan Pekalongan Utara.
Sedangkan, sang wanita atau pujaan hati pemuda tersebut bernama Dzita Muriati (23).
Baca juga: Viral Emak-emak Buang Sampah di Jalan Pekalongan, Wali Kota: Viralkan! Biar Kapok
Pihaknya ingin memastikan, bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa ataupun material.
Bahkan, Kapolsek Tirto juga mendengarkan cerita kronologi saat kejadian.
"Kejadian itu, terjadi pada Senin (16/5/2022) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Saat itu, saya dan keluarga dibangunin oleh tetangga, teras rumah dan depan warung itu sudah disiram bensin," kata pemilik rumah, Sri Mulyani (45) yang juga orangtua dari wanita pujaan hati pelaku, kepada Tribun, Selasa (17/5/2022).
"Seusai siram bensin ke rumah, anak itu masih di depan rumah.
Saya juga tidak tahu, anak itu mau nyalain api atau tidak kurang tahu.
Lah, pas waktu itu ada tetangga itu melihat anaknya masih pegang botol bensin.
Anak itu langsung diamankan oleh tetangga saya," ujarnya.
Baca juga: Balon Udara Hampir Menabrak Sayap Pesawat Citilink! Laporan Gangguan Paling Banyak dari Pekalongan
Kemudian, setelah diamakan oleh tetangganya anak itu disuruh masuk ke dalam rumah, lantaran untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Anak itu disuruh masuk ke rumah, karena saya kasihan takut dihakimi massa.
Walaupun, anak itu mau berbuat jahat dengan kami tapi saya tidak tega kalau dia dihakimi massa, kan kasihan," imbuhnya.
Berteman Lama
Sri mengungkapkan, pemuda yang mau membakar rumahnya itu memang sudah berteman dengan anaknya sudah lama.
Mungkin, karena laki-lakinya itu cinta dengan anaknya akhirnya melakukan hal tersebut.
Bahkan, saat kejadian anaknya masih berada di Bandung dan masih bekerja.
"Anak saya kan belum mau sama dia, karena masih konsentrasi dengan pekerjaannya.
Akhirnya nomornya diblokir, jadi laki-laki itu melakukan tindakan itu.
"Saat laki-laki hendak mau membakar rumah, anak saya berada di Bandung dan masih bekerja," ungkapnya.
Baca juga: Petasan dari Balon Udara Jatuh, Rusak Atap Rumah Warga Pringrejo Pekalongan hingga Bolong
Saat disinggung, apakah anak laki-laki sering main di rumah?
Pihaknya menceritakan, laki-laki itu main ke rumah saat anaknya pulang kampung di Pekalongan.
"Dia (laki-laki) main ke rumah saat anak saya pulang ke Pekalongan," ucapnya.
Secara Kekeluargaan
Dikatakannya, saat ini kasus ini tersebut sudah selesai secara kekeluargaan.
Sri menambahkan, dari keluarga tidak menuntut apa-apa atas kejadian tersebut, dan menurutnya anak laki-laki orangnya baik.
"Kemarin di Polsek Tirto sudah dimediasi dan sudah selesai kasus nya secara kekeluargaan.
Kita sebagai orangtua, tidak menuntut apa-apa.
Saya kasihan masa depannya dia (anak laki-laki).
Saya menyadari, kalau anak saya salah, juga tidak tahu.
Jadi, masalah ini selesai dengan secara kekeluargaan," tambahnya.
Baca juga: Balon Udara Raksasa Kembali Hiasi Langit Pekalongan, Diikuti 32 Komunitas
Sementara itu, Kapolsek Tirto AKP Darwoto membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Betul kejadian itu ada, kronologinya Mu'arif ini datang ke rumah Dzita dengan membawa satu botol bensin yang sudah disiramkan separuh di rumah milik Dzita," katanya.
Sesudah menyiramkan bensin tersebut, anak laki-laki itu ketangkap basah oleh warga.
Sehingga, untuk mengantisipasi hal-hal yang diinginkan pemuda tersebut langsung diamankan warga.
"Selanjutnya warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Tirto," katanya.
Pihaknya menambahkan, untuk kasus ini sudah selesai dengan secara kekeluargaan.
"Pasca-kejadian saat itu juga, kedua belah pihak dari keluarga yang laki-laki dan perempuan kami mediasi di Polsek Tirto.
Sehingga permasalahan ini sudah selesai dan kedua keluarga sudah saling memaafkan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pemuda-ancam-bakar-rumah-di-pekalongan.jpg)