Berita Tegal

Bahagianya Pasutri dari Cenggini Tegal, Dikaruniai Tiga Anak Kembar. Lahir Lewat Operasi Sesar

Pasangan suami istri asal Balapulang, Kabupaten Tegal mendapat karunia tiga bayi kembar. Ketiganya dilahirkan selamat di RSI PKU Muhammadiyah Singkil.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Perawat memeriksa kondisi satu di antara bayi kembar tiga anak pasangan Akhmad Wijaya dan Nia Daniati yang lahir di RSI PKU Muhammadiyah Tegal, Selasa (10/5/2022). 

"Kondisi bayi saat dilahirkan, umur kehamilan ibu 32 minggu, bayi prematur, dan kami pakaikan inkubator, serta alat bantu pernapasan."

"Tapi sejauh ini kondisi ketiga bayi, alhamdulillah, sudah mulai stabil dan ASI juga sedikit-sedikit mulai masuk lewat bantuan selang," papar Atun.

Dikatakan, kondisi ibu sangat baik dalam arti tidak mengalami baby blues atau perubahan suasana hati setelah melahirkan.

Selain itu, ASI yang dihasilkan sang ibu pun sangat banyak.

"Bayi dirawat di sini sampai kapan, kami tidak bisa menentukan kapannya karena bergantung kondisi bayi sendiri."

"Ketika sudah sangat stabil dan jauh lebih baik maka bisa pulang ke rumah," katanya.

Terpisah, Direktur RSI PKU Muhammadiyah Tegal Ach Shochibbul Birri menambahkan, ibu yang melahirkan bayi kembar tiga di RSI PKU Muhammadiyah Tegal maka akan mendapat perhatian lebih khusus.

Perhatian khusus yang dimaksud yaitu pandampingan dan edukasi terkait membesarkan anak kembar tiga.

Hal tersebut bertujuan supaya ibu dari bayi tidak stres. Pasalnya, ketiga ibu stres, ini akan mempengaruhi produksi ASI.

"Selain memberikan edukasi dan pendampingan, kami juga biasanya membantu menyekolahkan anak-anak yang kembar tiga sampai jenjang SMA."

"Mengingat, di Muhammadiyah sendiri memiliki banyak sekolah, mulai PAUD sampai perguruan tinggi."

"Namun, semua kembali lagi, apakah orangtua dari si anak ini setuju atau tidak," jelas Birri.

Memberikan bantuan sekolah sampai jenjang SMA untuk anak kembar tiga yang dilahirkan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal, menurut Birri, sesuai visi dakwah Muhammadiyah, yaitu harus peduli terhadap keadaan sekitar atau kaum duafa yang kurang beruntung. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved