Rabu, 27 Mei 2026

Kebakaran Kapal Cilacap

Polda Jateng Selidiki Kebakaran Kapal di Cilacap, Kapolda Sebut Force Majeure

Polda Jateng turun tangan menyelidiki kebakaran 45 kapal nelayan di Dermaga Wijayapura Cilacap.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
Api terlihat muncul di puing kapal nelayan yang terbakar di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu (4/5/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Polda Jateng turun tangan menyelidiki kebakaran 45 kapal nelayan di Dermaga Wijayapura Cilacap.

Penyelidikan awal, lokasi kebakaran puluhan kapal itu terjadi di tiga lokasi berbeda.

"Sedang dilakukan pendalaman oleh Direktorat Kriminal Umum Polda," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi saat mengecek lokasi kebakaran di Cilacap, Rabu (4/5/2022).

"Jadi, ada beberapa TKP karena mereka terbakar tercerai-berai akibat pasang surut dari arus," jelas Luthfi.

Baca juga: Pemadaman Sempat Terkendala Angin, Kerugian Kebakaran Kapal di Dermaga Cilacap Capai Rp 130 Miliar

Baca juga: Kebakaran di Dermaga Cilacap Hanguskan 45 Kapal Nelayan, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Seorang Montir Terluka, Kebakaran Kapal di Dermaga Cilacap Diduga Dipicu Ledakan Dinamo

Luthfi mengatakan, lokasi kejadian yang lebih dari satu membuat penyelidikan tersebut menemui kendala.

"Satu kapal terbakar nular, kapal yang terbakar 'jalan-jalan' nempel ke kapal yang lain," ujar Luthfi.

Sementara itu, montir yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam perawatan di rumah sakit.

Meski begitu, Luthfi mengatakan, kebakaran puluhan kapal nelayan di Cilacap akibat force majeure.

Lutfhi menyebutkan, prosedur operasi standar (standard operating procedure/SOP) di dermaga telah dijalankan.

"Sudah dijalankan (SOP). Namanya lalai dan apa pun bentuknya, force majeure tidak bisa dikendalikan," ujar Luthfi.

Force majeure adalah suatu keadaan yang tidak dapat dihindari karena kejadian tersebut terjadi di luar kehendak seseorang.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Luthfi meminta pengamanan di dermaga kapal ikan diperketat.

"Lewat Direktorat Polair kerja sama melakukan pengamanan maksimal sehingga tidak terulang," kata Luthfi.

Baca juga: Arus Balik di Stasiun Purwokerto Banyumas Mulai Terlihat, Keberangkatan Ramai Pukul 15.00-17.00 WIB

Baca juga: Ray Redondo Dipertahkan, PSIS Semarang Punya Lima Penjaga Gawang

Baca juga: Penumpukan Kendaraan Sempat Terjadi di Jalur Exit Tol Salatiga, Petugas: Ada Penyempitan Jalan

Baca juga: PSIS Semarang Pertahankan Rachmad Hidayat, Yoyok: Masih Layak Kembali Mengisi Lini Depan

Selain itu, pemilik kapal dan nelayan juga diminta menjaga kapal yang bersandar di dermaga.

"Jangan membuat kegiatan yang menimbulkan percikan api," ujar Luthfi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved