Minggu, 3 Mei 2026

berita jateng

Kepada Diaspora dan Pekerja Migran di Luar Negeri, Ganjar Tanya Perkembangan Covid

Gubernur Ganjar Pranowo menghabiskan waktu lebaran dengan menggelar open house virtual.

Tayang:
IST
berita jateng 02052022_2041 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Ganjar Pranowo menghabiskan waktu lebaran dengan menggelar open house virtual. Setelah menyapa masyarakat umum, giliran transmigran dan Pekerja Migran Indonesia serta diaspora asal Jawa Tengah disapanya.

berita jateng 02052022_2043
berita jateng 02052022_2043 (IST)

Baca juga: Eks Narapidana Terorisme Jadi Warga Pertama yang Disapa Ganjar saat Open House Virtual

Open house virtual kedua dilakukan Ganjar pada Senin (2/5) siang. PMI di berbagai negara dan transmigran di Kalimantan dan sekitarnya, begitu antusias menyapa Ganjar.

“Halo, selamat idul fitri ya semuanya. Teman-teman PMI transmigran dan diaspora apa kabar. Semoga sehat-sehat semua ya,” ucap Ganjar membuka acara

Ganjar kemudian mengabsen satu persatu peserta open house virtual melalui zoom itu. Ada dari Hongkong- Taiwan, Jepang, Saudi Arabia, Malaysia, Thailand, Singapura, London, hingga Prancis dan Belgia.

“Saya mau denger dong yang dari London, bagaimana cerita lebaran di sana. Covidnya bagaimana,” ujar Ganjar.

Baca juga: Obrolan Ganjar dengan Warga Perantauan di Luar Negeri saat Open House Virtual

Pertanyaan Ganjar disambut oleh Liana dan Ranti. Keduanya bersama dengan yang lain, tengah bersiap untuk berangkat salat Idul Fitri di rumah dinas Duta Besar.

“Terimakasih pak sudah bersedia menyapa. Biasanya kami setelah salat id itu berkumpul. biasanya acaranya macam-macam, ada halal bi halal terus hiburan lagu-lagu,” kata Ranti dan Liana.

Kondisi berbeda dirasakan PMI yang ada di Hongkong dan Taiwan. Kasus Covid-19 yang sedang meningkat, membuat pemerintah setempat memberlakukan beberapa pembatasan.

“Di Hongkong saat ini sdh kondusif, unntuk salat id harus ngantri karena belum bisa terbuka di lapangan. Jadi bergilir agar bisa salat semuanya,” ujar Helen PMI yang berada di Hongkong.

Baca juga: Progres Terkini Kondisi Jalan Akses Utama Guci di Clirit Kabupaten Tegal yang Sempat Ambles

Helen mengatakan, aturan selama pandemi di Hongkong cukup ketat. Sanksinya, kata Helen, senilai dengan satu ekor sapi.

“Alhamdulillah di kita sudah bisa mereda. Kita mesti belajar di beberapa negara ketentuannya ketat. Inilah yang kemudian kita coba bisa sikapi,” kata Ganjar.

Transmigran Komplain Pupuk Mahal, Ganjar; Kita Bantu Komunikasi ke Mentan

Selain ngobrol dengan PMI, Ganjar juga menyapa para transmigran Jateng yang berada di Kalimantan. Beberapa dari mereka saat ini menjadi petani sawit.

“Pak tolong dibantu subsidi pupuk, mahal pak,” kata sejumlah petani sawit di Sungai Mata-mata, Kalimantan Barat.

Baca juga: Ini Penampakan Desain Penataan Kawasan Alun-Alun Hanggawana Slawi, Target Bulan Depan Digarap

Ganjar pun merespon mereka. Ganjar mengatakan akan segera berkomunikasi dengan Menteri Pertanian agar bisa meninjau harga pupuk yang mahal.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved