Berita Tegal
Ini Penampakan Desain Penataan Kawasan Alun-Alun Hanggawana Slawi, Target Bulan Depan Digarap
Alun-Alun Hanggawana Slawi Kabupaten Tegal diagendakan bakal ditata pada tahun ini.Salah satunya tahun ini adalah kawasan Alun-Alun Hanggawana.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Alun-Alun Hanggawana Slawi Kabupaten Tegal diagendakan bakal ditata pada tahun ini.
Bupati Tegal, Umi Azizah mengatakan, penataan kawasan Alun-Alun Hanggawana merupakan bagian dari rencana penataan Kota Slawi sebagai salah satu agenda dari sembilan program unggulan Kabupaten Tegal.
Menurutnya, penataan atau peremajaan kawasan ini sudah cukup mendesak untuk dilaksanakan, seiring bertambahnya jumlah penduduk perkotaan dan meningkatnya standar kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Objek Wisata Baru di Guci Tegal: Jembatan Kaca Baron Hill, Simak Tarif dan Aturannya!
Kondisi perekonomian yang semakin membaik melahirkan tuntutan permintaan ruang publik sebagai tempat rekreasi keluarga di perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau.
"Dari sini kita merancang arsitektur peremajaan Kota Slawi.
Salah satunya tahun ini adalah kawasan Alun-Alun Hanggawana yang semangatnya adalah revitalisasi urban eksisting.
Hal ini untuk meningkatkan fungsinya dalam membangun kehidupan warga yang lebih modern, energik, dan membahagiakan.
Tentunya dengan tidak meninggalkan akar kebudayaan daerah lewat sentuhan elemen desainnya, maupun aktivitas yang menunjang.
Termasuk budaya bersih, budaya tertib lingkungan, dan berusaha," beber Bupati Umi, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, baru-baru ini.
Baca juga: Korban Keracunan Makanan di Jebres Solo Tercatat 90 Warga, 60 Orang Jalani Rawat Jalan
Pada kesempatan ini, Umi juga menggarisbawahi sejumlah elemen desain perencanaan, termasuk tetap mengakomodir aktivitas car free day pasca pembangunannya nanti.
Umi menjelesakan, jika konsepnya adalah pelandaian badan alun-alun agar sejajar dengan jalan serta plasa utamanya yang membelah alun-alun, maka aksesnya harus dibatasi hanya untuk pejalan kaki saja.
"Perlu ada bollard atau bola-bola taman untuk mencegah kendaraan bermotor, pengguna scooter dan sepeda serta pedagang kaki lima menyerobot masuk ke zona pedestrian, namun tetap aksesibel bagi penyandang disabilitas.
Termasuk di zona pejalan kaki yang di sisi utara kantor pemda," kata Umi.
Baca juga: Cegah Macet, Presiden Jokowi Minta Pemudik Tak Balik Bersamaan di Sabtu dan Minggu
Ia pun memberikan masukan agar media tanam pada area taman yang rencananya akan memanfaatkan lahan muka sisi utara kantor pemda bisa menggunakan pola gundukan, dengan shape atau bentuk potongan yang mengesankan keluwesan, tidak kaku.
"Jaringan infrastruktur taman baik itu drainase, kelistrikan, lampu taman, CCTV, air bersih, penyiram bunga otomatis yang tertanam rapi, sarana sanitasi seperti toilet harus tersedia cukup," tegas Umi.
Umi menuturkan, agar elemen klasik ataupun natural ditonjolkan.
Baca juga: Tiga Napi Teroris di Lapas Kelas 1 Semarang Terima Remisi Idulfitri Bersama 497 Warga Binaan Lain
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Tegal, Heri Suhartono mengungkapkan bahwa untuk penataan kawasan ini telah disiapkan anggaran sebesar Rp16 miliar.
"Anggaran sudah kami siapkan sekitar Rp16 miliar.
Mudah-mudahan penataan kawasan alun-alun ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat bisa segera menikmati hasilnya," kata Heri.
Baca juga: Polda Jateng Mulai Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik, One Way Tol Diterapkan Lagi 6-8 Mei
Heri menargetkan proses lelang pekerjaan ini akan dimulai bulan depan.
Sehingga, pada Juni nanti pekerjaan sudah bisa dimulai.
Estimasi pekerjaan ini akan membutuhkan waktu selama lima bulan kerja. (*)