Mudik 2022
Kurangi Kecepatan di Jalur Alternatif Mudik Simpang Tiga Kaliori Banyumas, Tak Ada Lampu Lalu Lintas
Simpang Tiga Kaliori menjadi titik kepadatan kendaraan yang terjadi saat mudik lebaran tiba.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Simpang Tiga Kaliori menjadi titik kepadatan kendaraan yang terjadi saat mudik lebaran tiba.
Hal ini dikarenakan Simpang Tiga Kaliori menjadi pertemuan kendaraan yang berasal dari arah barat jalur Patikraja-Kaliori, arah utara menuju sokaraja hingga Purbalingga, dan arah selatan menuju Banjarnegara, Gombong, Kebumen, hingga Yogyakarta.
Jalur ini menjadi pilihan bagi pemudik yang ingin mengarah ke arah timur untuk menghindari kemacetan di jalur Wangon.
Baca juga: Info Arus Mudik: Lalu Lintas Padat Merayap, Polisi Berlakukan One Way di Tol Semarang-Solo
Kepala Pos Pengamanan Mudik Lebaran di Simpang Tiga Kaliori, Iptu Willys Susilo menyatakan, H-1 kendaraan akan bertambah banyak.
"Tapi sekarang sudah mulai ada pergerakan dari Patikraja," ucapnya, Jumat (29/4/2022).
Dari pantauan Tribun di lokasi sudah terlihat kendaraan sepeda motor dan mobil bernomor polisi luar kota melintas di Simpang Tiga Kaliori.
Baca juga: Ganjar Lepas Rombongan Mudik Gratis Menggunakan Kereta Api ke Jateng
Sampai hari ini ada sekitar 15 hingga 20 kendaraan permenit yang melintas di persimpangan ini.
Dengan kecepatan 30-40 kilometer perjam.
"Karena ini memang ada persimpangan jadi di kisaran 30-40 kilometer per jam," imbuhnya.
Simpang Tiga Kaliori menjadi titik yang padat kendaraan baik musim mudik ataupun hari-hari biasa.
Hal ini dikarenakan jalur ini menjadi akses kendaraan yang melintas dari arah timur Banyumas menuju ke arah Purwokerto atau sebaliknya.
"Hari-hari biasa kepadatan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB karena anak-anak sekolah dan orang bekerja berangkat di jam ini.
Dan juga ketika jam pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB," jelasnya.
Baca juga: Peserta Mudik Gratis Tiba di Kudus: Arifin Sujud Syukur setelah 3 Tahun Tak Pulang Kampung
Selain itu sekitar 200 meter dari Simpang Tiga Kaliori ini terdapat pasar tradisional Banyumas yang menjadi pusat keramaian masyarakat sehingga sering melintas melalui persimpangan ini.
Perlu diketahui, di persimpangan ini tidak terdapat lampu lalu lintas untuk mengatur laju kendaraan yang melintas.
Masyarakat sekitar sering sukarela mengatur lalu lintas di persimpangan ini.
Baca juga: Tak Dibelikan Suami Baju Lebaran, Istri di Ngaliyan Nekat Ingin Loncat dari Jembatan Tol Semarang
Tidak adanya lampu lalu lintas karena di dekat persimpangan ini tepatnya ke arah selatan terdapat jembatan Serayu Banyumas.
"Aturannya bila ada persimpangan berdekatan dengan jembatan tidak boleh ada lampu lalu lintas.
Resikonya bila terjadi kepadatan dan pas ada kendaraan berat ditakutkan jembatan tidak kuat menopang," terangnya.
Baca juga: H-3 Lebaran Pemudik Motor Mulai Masuk Kota Tegal, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar
Sehingga saat melintasi persimpangan ini harus mengurangi kecepatan karena harus bergantian dengan pengendara lain yang berlawanan arah.
Untuk kondisi jalan di jalur persimpangan ini sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan sepeda motor, bus, hingga truk baik dari arah barat, selatan, dan utara.
Titik rawan kecelakaan di wilayah ini berada di jalur Kaliori-Kalibagor.
Baca juga: H-3 Lebaran, Antrean Kendaraan Pemudik Mulai Terlihat di Pintu Tol Kalingkung Semarang
Hal ini karena kondisi jalan yang lumayan berkelok.
"Kondisi jalan baik tapi lumayan berkelok, pengendara sering dibuat terlena hingga beberapa kali terjadi kecelakaan di daerah itu," ujarnya.
Jarak dari persimpangan tiga Kaliori menuju jalur alternatif Somagede-Kemranjen sekitar 10 menit.
Adanya Pos pengamanan di area persimpangan tiga kaliori ini dapat dimanfaatkan para pemudik yang merasa kelelahan saat melintas di jalur ini. (*)