Berita Salatiga

Tak Bertumbuh saat Umur 1 Tahun, Gadis 15 Tahun di Salatiga Ini Masih seperti Balita

Najwa Rosyidatust Suraya tak bisa menikmati masa remaja lantaran gagal tumbuh yang dialami. Meski telah berumur 15 tahun, kondisinya seperti bocah.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/Dian Ade Permana
Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana menjenguk Najwa, gadis 15 tahun, warga Juranggunting RT 03 RW 05, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (10/4/2022). Najwa mengalami henti tumbuh saat berumur 1 tahun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Najwa Rosyidatust Suraya tak bisa menikmati masa remaja lantaran gagal tumbuh yang dialami. Meski telah berumur 15 tahun, tubuh warga Juranggunting RT 03 RW 05, Kelurahan Ledok,, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, ini masih seperti bocah satu tahunan.

Saat dikunjungi di rumahnya, Minggu (10/4/2022), Najwa tengah digendong sang ayah.

Badannya tampak berisi dan sedikit gemuk. Saat diturunkan dan dipangku, terlihat wajahnya seperti kebingungan.

Dia tak beranjak saat diminta untuk berjalan mengambil makanan ringan. Godaan dari sang adik tak juga meluluhkan. Gadis kecil ini hanya tersenyum.

Najwa merupakan anak ketiga dari pasangan Imron dan Siti Koiriah.

Meski bisa berjalan, dia tak boleh lepas dari pengawasan.

"Karena, kalau ada menanjak sedikit saja, bisa terjatuh dan dia pasti kesakitan. Dia gampang capek juga," kata Imron, Minggu (10/4/2022), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Antrean Pembeli Minyak Goreng Curah di Salatiga hingga Malam, Penjual: Pasokan Datang Tak Menentu

Baca juga: Hilangkan Rasa Jenuh, Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Beragam Lomba Mulai Karaoke hingga Drama

Baca juga: Meresahkan! Bawa Senjata Tajam, Gerombolan Remaja Geng Gaza Adang Pemotor di JLS Salatiga

Imron mengatakan, Najwa sangat suka menggambar. Jika dibiarkan berkreasi, dalam sehari, dia bisa menghabiskan satu buku gambar.

"Dia memang suka menggambar. Kalau soal makanan, biasa saja. Apa yang ada di rumah, dimakan. Tapi, dia tidak suka jajanan, kalau buah, suka," imbuhnya.

Saat diberi bingkisan berisi buah oleh Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, Najwa bisa menyebut nama-nama buah yang ada. Mulai dari anggur, apel, pisang, dan kelengkeng.

"Tapi, memang suaranya kecil dan harus mendekat agar kita dengar. Kalau ada orang asing, dia juga cenderung takut sehingga lebih banyak diam," kata Imron yang bekerja sebagai buruh bangunan.

Imron mengatakan, Najwa pernah sekolah di SLB. Namun, karena harus ditunggui setiap hari, akhirnya Najwa putus sekolah.

"Akhirnya, kalau ibunya mengajar di TK, Najwa ikut. Dia senang bertemu teman-temannya tapi tetap harus diawasi," jelasnya.

Ibu Najwa, Siti, mengaku tidak tahu penyakit yang mendera anaknya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved