Berita Salatiga

Antrean Pembeli Minyak Goreng Curah di Salatiga hingga Malam, Penjual: Pasokan Datang Tak Menentu

Kelangkaan minyak goreng membuat antrean pembeli di agen di Jalan Kesambi, Kota Salatiga, Minggu (10/4/2022), berlangsung hingga malam.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HANES WALDA MUFTI
Warga antre mendapatkan minyak goreng curah di sebuah agen minyak goreng di Jalan Kesambi, Kota Salatiga, Minggu (10/4/2022) malam. Penjualan minyak goreng dilayani hingga malam lantaran kedatangan dari distributor yang tak tentu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Kelangkaan minyak goreng membuat antrean pembeli di sebuah agen minyak goreng di Jalan Kesambi, Kota Salatiga, Minggu (10/4/2022), berlangsung hingga malam.

Bahkan, penjualan minyak goreng dilayani hingga pukul 22.30 WIB.

Untuk memudahkan penjualan, agen meminta pembeli lebih dulu mendaftar.

Iman, pembeli minyak goreng, mengaku mengantre dari pukul 17.30 WIB.

"Saya sudah dari tadi, habis maghrib, pukul 17.30. Di sini saya membawa empat jerigen," katanya, Minggu malam.

Baca juga: Hilangkan Rasa Jenuh, Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Beragam Lomba Mulai Karaoke hingga Drama

Baca juga: Meresahkan! Bawa Senjata Tajam, Gerombolan Remaja Geng Gaza Adang Pemotor di JLS Salatiga

Baca juga: Bendera Parpol Banjiri Taman Kota Salatiga, Pengamat: Mengingatkan Warga bahwa Partai Itu Masih Ada

Menurut Iman, minyak goreng curah di Salatiga sangat langka. Padahal, dia sangat membutuhkan untuk menggoreng kerupuk yang dijual.

"Sudah langka sekali, hampir dua bulan lebih. Antrenya lama, kadang dapat minyak, kadang juga tidak dapat," ucapnya.

Saat tak mendapat minyak goreng, Iman terpaksa tak berjualan kerupuk.

"Biasanya, setiap hari membuat kerupuk. Tapi, sekarang, kadang dua hari sekali baru buat kerupuk," tambahnya.

Iman berharap, stok minyak bisa kembali normal.

"Semoga, minyak goreng bisa seperti dulu lagi, mahal tidak apa-apa yang penting ada barangnya," harapnya.

Sementara itu, pemilik agen minyak goreng curah, Leni mengungkapkan, saat ini, pasokan minyak goreng dari distributor, tak menentu.

Leni menyebut, minyak goreng datang tiga hari, bahkan sepekan sekali, dengan jumlah kiriman tak menentu.

"Hari ini, minyak goreng yang datang 29 ton," kata Leni.

Baca juga: 5 Orang Daftar Bakal Calon Rektor Unnes, Siapa Saja?

Baca juga: Arab Saudi Tambah Kuota Haji Jadi 1 Juta Orang, Berapa Kuota untuk Jateng? Ini Jawaban Kemenag

Baca juga: Pemerintah Tawarkan Jalur Pansela Jawa untuk Mudik Lebaran, Berpemandangan Indah dan Instagramable

Baca juga: Perang Sarung Dua Kelompok Remaja di Procot Kabupaten Tegal Memakan Korban, Seorang Remaja Tewas

Ia hanya melayani pembeli maksimal dua jerigen untuk warga dan tujuh jeriken untuk pedagang UMKM.

"Kalau UMKM, agak banyak karena kasihan kalau tidak ada minyak, kami membatasi tujuh jeriken," ucapnya.

Diakui Leni, pasokan minyak goreng curah ke Salatiga tidak rutin karena antre.

"Kalau dari sananya (distributor) itu antrenya lama, jadi tidak bisa setiap hari ada minyak goreng," paparnya.

Leni menjual minyak goreng curah dengan harga Rp 15.500 per kilogram. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved