Klitih

Fenomena Klitih Jogja yang Tewaskan Seorang Pelajar dan Upaya Perlindungan Anak, Ini Kata Bupati

Fenomena klitih atau tindakan kriminal yang kerap terjadi di jalana atau kejahatan jalanan kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi Klitih 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Fenomena klitih atau tindakan kriminal yang kerap terjadi di jalana atau kejahatan jalanan kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY).

Kali ini seorang pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menjadi korban.

Korban dihabisi saat hendak membeli sahur di Jalan Gedongkuning, Banguntapan, Bantul, Senin (4/4/2022) dini hari.

Pelajar yang merupakan anak anggota DPRD Kabupaten Kebumen meninggal dunia karena luka parah di kepala.

Baca juga: Putra Anggota DPRD Kebumen Tewas Diduga Jadi Korban Klitih di Yogya, Polisi Masih Buru Pelaku

Aksi-aksi klitih kembali marak terjadi sejak penghujung tahun 2021.

Akibatnya, banyak warga sekitar merasa resah.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan, maraknya kasus kenakalan remaja terjadi akibat kurangnya perhatian orangtua kepada anak-anak.

Pasalnya, anak-anak yang melakukan klitih kerap keluyuran pada malam hari dan identik dengan perilaku negatif.

"Ada lost control (kurang pengawasan) di sana, baik orangtua dan lingkungan kita. Sehingga dengan peraturan daerah Kabupaten layak ini diharapkan fenomena klitih tidak ada lagi," ujarnya dilansir dari Tribunjogja.com, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Naik Kereta Api Jarak Jauh Kini Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Ini Syarat Lengkapnya

Ia pun mengajak sejumlah pihak untuk menyusun peraturan daerah (perda) mengenai perlindungan anak sebagai upaya melalui jalur regulasi untuk meminimalisir aksi klitih.

Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Kabupatan Layak Anak (KLA) itu merupakan inisiatif Bupati Bantul yang mendapat persetujuan dari fraksi-fraksi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul.

Perwujudannya dituangkan melalui naskah akademik yang kemudian diajukan dan dibahas bersama.

Ranperda tersebut bertujuan untuk menekan kasus kenakalan remaja di jalanan yang semakin naik dan memberikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak di daerah tersebut.

"Kabupaten Layak Anak itu intinya memberikan sebuah perlindungan dan memberikan hak-hak anak secara memadai.

Karenanya perlu disusun peraturan daerah," kata Abdul.

Baca juga: Dinyatakan ODGJ, Pencuri Kunci Motor di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Tegal Tak Diproses Hukum

Agenda pembahasan Ranperda KLA ini juga turut menyinggung sejumlah kewajiban instansi terkait mengenai penyelenggaraan kesejahteraan anak.

Karenanya, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan diharapkan bisa berkontribusi mempertimbangkan perlindungan dan pemenuhan hak anak.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Khawatir Fenomena Klitih, Bupati Bantul Susun Perda Perlindungan Anak"

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved