Berita Demak
Ratusan Warga Demak Antre Minyak Goreng Curah di Pasar Bintoro, 4,5 Ton Ludes dalam 3 Jam
Antrean pembeli mengular di depan toko sembako milik Arwani (40), di Pasar Bintoro, Kabupaten Demak, Jumat (25/3/2022).
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Antrean pembeli mengular di depan toko sembako milik Arwani (40), di Pasar Bintoro, Kabupaten Demak, Jumat (25/3/2022).
Ratusan pembeli, baik pedagang maupun rumah tangga itu antre membeli minyak goreng.
Arwani mengatakan, antrean pembeli terjadi karena stok minyak goreng curah kosong sejak sepekan lalu.
Hari ini, dirinya mendapat kiriman dari distributor di Kota Semarang.
"Hari ini dikirim dari pelabuhan di Semarang, satu tanki berisi 4,5 ton," jelas Arwani.
Baca juga: Bagai Cerita Dongeng, Dua Dukuh di Sayung Demak Ini Hilang Diterjang Rob
Baca juga: Sambut Ramadan, DKD Demak Gelar Umbul Dungo Apeman Rakyat. Ratusan Apem Dibagikan ke Warga
Baca juga: Air Rob Tak Lagi Masuk ke Rumah Mbah Samroh di Bonang Demak: Terimakasih Pak Ganjar!
Baca juga: Petani di Demak Gagal Panen akibat Sawah Tergenang Air, Diduga Dampak Proyek Tol Semarang-Demak
Terpantau, antrean terjadi sejak pagi dan terus bertambah menjelang siang.
Mereka membawa jeriken dan galon air minum. Sebagai ganti orang, jeriken dan galon itu yang dibariskan mengular hingga sekira 20 meter.
Arwani mengatakan, sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, ia menjual minyak goreng curah per kilogramnya pada angka Rp 15.500.
Dikawal Polisi
Minyak goreng itu didapat dari CV Smalt di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Perjalanan pengiriman minyak goreng dari pelabuhan Semarang hingga Pasar Bintoro itu dikawal Polres Demak, dipimpin langsung Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono.
"Jadi, kami melakukan pemantauan dan pengawalan supaya tidak ada kendala di jalan."
"Kami siapkan mobil Patwal, mengawal mobil tanki milik agen dari Semarang sampai ke Demak," jelas kapolres.
"Selain itu, kami juga mengatur pembeli agar tidak membeli banyak-banyak sehingga semua (pengantre) kebagian."
"Jadi, kami membatasi, satu orang itu maksimal 20 kilogram."
"Proses pengiriman hingga pembelian aman, tidak ada kendala," ujarnya.
Dalam waktu tiga jam, sejak tiba di pasar, minyak goreng curah di toko milik Arwani langsung ludes.
Dari data Arwani, 4,5 ton minyak goreng curah yang diterima hari itu, habis dibeli 120 pembeli.
"Totalnya, 120 pembeli, masing-masing beli pakai jeriken dan galon kecil. Dalam waktu tiga jam, langsung habis 4,5 ton."
"Rencana, kami akan ambil lagi dari Semarang dan meminta tolong polres untuk mengawal," ujar Arwani.
Baca juga: Resmi Diperkenalkan ke Publik, Pratama Arhan Janji Bawa Tokyo Verdy ke J1 League
Baca juga: Bantu Korban Banjir di Cilacap dan Kebumen, Warga Pagentan Banjarnegara Kirim 7 Ton Sayur dan Salak
Baca juga: Densus 88 Tangkap Pemuda di Limbangan Kendal, Diduga Masuk Jaringan ISIS
Baca juga: Tak Kapok Masuk Penjara. Pemuda Asal Karangsambung Kebumen Ditangkap Lagi Polisi setelah Gasak 14 HP
Lantaran minyak goreng habis, sekira pukul 13.00 WIB, para pembeli yang masih antre dan tak kebagian, terpaksa pulang membawa jeriken kosong.
"Antre dari pukul 11.00 WIB tapi tidak kebagian," ujar Kusriah (48), warga Mangunjiwan, Demak.
Hal serupa juga dialami Nisa (34). Setelah mengantre hampir satu jam, dia terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Nisa mengaku sebagai penjual gorengan. Lantaran kesulitan mendapat minyak goreng curah, dia terpaksa membeli minyak goreng kemasan dengan harga mahal. (*)