Berita Jateng

Soal Minyak Goreng, di depan Pejabat Kemendag Ganjar Tegas: Muka Pemerintah Ditampar Habis-habisan

Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar dan kita seperti tikus mati di lumbung padi.

IST
Ekonomi Jateng triwulan II 2021 tumbuh positif di angka 5,66 persen 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kesempatan bertemu perwakilan Kementerian Perdagangan digunakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menyampaikan keresahan masyarakat soal kelangkaan minyak goreng.

Ganjar menyatakan, sebagai gubernur dirinya ikut malu dengan kondisi yang terjadi saat ini.

"Mohon maaf pak silakan disampaikan ke Pak Mendag atau Menko.

Kita tidak bisa lagi seperti ini karena muka pemerintah hari ini ditampar habis-habisan," kata Ganjar.

Baca juga: Omzet Tas Kristik Kayu asal Temanggung Aditya Naik 75 Persen Setelah Ikut Lapak Ganjar

Ganjar menyampaikannya di hadapan forum High Level Meeting (HLM) dengan tema 'Mitigasi Risiko Tekanan Harga dan Pasokan Komoditsa Global terhadap Inflasi Jawa Tengah' di Gumaya Tower Hotel, Selasa (22/3/2022).

Dalam acara itu, perwakilan Kemendag RI, Direktur Barang Kebutuhan Pokok & Barang Penting Isy Karim, ikut hadir secara virtual.

Ganjar mengatakan, kebijakan penyesuaian harga dan subsidi minyak goreng tidak sesuai.

Baca juga: Ganjar Minta Jajaran BPBD se-Jateng Siaga Bencana: Pantau Titik Rawan, Kurangi Tidur

Kelangkaan minyak goreng ini ibarat tikus mati di lumbung padi.

"Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar dan kita seperti tikus mati di lumbung padi.

Mohon maaf kalau kalimat saya kurang berkenan, karena kita kebingungan di daerah karena semua produksi dan kebijakannya ada di pusat," ujar Ganjar.

Baca juga: Mulai Merangkak Naik, Harga Daging Sapi di Pasar Lebaksiu Kabupaten Tegal Tembus Rp 125 Ribu/Kg

Apabila kebijakan atau tindakan ekstrem tidak diambil, Ganjar mengatakan kondisi yang sudah terjadi sejak akhir tahun lalu akan berlangsung lebih lama.

"Mohon maaf pak rasanya saya sebagai gubernur saja ikut malu.

Maaf sekali lagi ini harus saya sampaikan, karena mungkin suara saya mewakili banyak orang," katanya.

Baca juga: Pupuk Subsidi Terbatas, Pemprov Jateng Sarankan Petani Gunakan Pupuk Organik

Ganjar mengusulkan Kemendag untuk mengatur perusahaan produsen minyak goreng.

"Kalau kaitannya harga minyak dunia, mari untuk merah putih tidak mengambil untung banyak-banyak, ini soal moralitas dan saya yakin Kementerian Perdagangan bisa melakukan itu," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved