Berita Banyumas
Longsor Menimpa Rumah Warga Gumelar Banyumas, 2 Kamar dan Dapur Rusak Tertutup Tanah
Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas sejak Rabu (9/2/2022) siang, mengakibatkan tanah longsor di Kecamatan Gumelar.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas sejak Rabu (9/2/2022) siang, mengakibatkan tanah longsor di Kecamatan Gumelar.
Rumah milik Carsono, warga Dusun Tameng RT 02 RW 04, Desa Cilangkap, Kecamatan Gumelar, tertimpa longsoran tebing setinggi 10 meter yang ada di belakang rumah, Rabu sore.
Sebelum tanah longsor terjadi, Carsono dan istrinya sempat melihat adanya air yang mengalir deras dari pohon bambu yang terletak di tebing belakang rumah.
"Kejadiannya sore kemarin, ya sekitar pukul 17.00 WIB lah. Saya mau ashar tapi lihat air dari pohon bambu mengalir."
"Sehabis ashar, nggak keburu, eh ternyata sudah longsor duluaan," ungkap Carsono, Kamis (10/2/2022).
Baca juga: Pasokan Terbatas, Pedagang di Pasar Sokaraja Banyumas Jual Minyak Goreng Rp 21.000 Per Liter
Baca juga: Banyumas Kembali Masuk Level 2 PPKM, Pasar Sokaraja Buka Hanya Sampai Pukul 14.00 WIB
Baca juga: Sejumlah Hambatan Vaksinasi Lansia di Banyumas: Data dan Kondisi Geografis
Baca juga: Sering Terjadi Hujan dan Angin Kencang di Banyumas, BPBD: Puncak Penghujan Diprediksi Akhir Februari
Longsor tersebut menimpa dapur dan dua kamar rumah milik Carsono.
Selain tanah, longsor juga membawa bonggol besar pohon bambu.
Menurut Carsono, bukan kali ini saja rumahnya tertimpa tanah longsor.
"Dulu, pernah juga kelongsoran, malah lebih parah, tanah sampai masuk rumah, dinding rumah jebol. Itu kejadian sekitar 20 tahunan yang lalu, pohon petai, pohon cengkeh, roboh semua ke rumah," jelas Carsono.
Kamis pagi, warga bergotong-royong membersihkan longsoran tersebut. Mereka juga dibantu warga Desa Cihonje, serta aparat TNI.
Sementara, Kepala Dusun 2 Desa Cilangkap Turohman menuturkan, sebagian besar wilayah Desa Cilangkap, khususnya Dusun (Grumbul) Tameng, rawan longsor.
Kawasan permukiman dikepung tebing-tebing tinggi.
Baca juga: Lagi, Muncul Klaster Sekolah di Kota Semarang: 30 Siswa dan 6 Guru di Satu SMP Positif Covid
Baca juga: Sempat Terputus akibat Longsor, Akses Dua Desa di Bobotsari Purbalingga Kini Bisa Dilewati Kendaraan
Baca juga: Dua Truk Mogok Berdampingan, Jalur Guyangan-Petanahan Kebumen Macet
Baca juga: DPO Sejak 30 Januari 2022, Briptu Cristy Ditangkap di Hotel Kawasan Kemang
Turohman pun berharap, warga lebih waspada bahaya longsor, terutama di musim penghujan seperti saat ini.
"Memang, di Dusun Tameng ini banyak tebing, tanahnya juga labil jadi sering ada longsor."
"Belum lama ini, ada longsor di daerah sini juga, ya sekitar tahun 2021 lah. Kami minta warga lebih waspada karena musim hujan," ujarnya. (*)